TARAKAN - Kehilangan sepeda motor saat parkir depan rumah, Atis, warga Jalan Pattimura, Kelurahan Pamusian, kaget mendapati sepeda motornya digunakan orang lain. Setelah menghentikan sepeda motor tersebut, Atis lebih kaget lagi setelah pengendaranya mengatakan sudah membeli barangnya dari orang lain seharga Rp 1.750.000.

Kapolsek Tarakan Timur AKP Faisal menjelaskan, sepeda motor dilaporkan hilang dari parkiran depan rumah pada 24 Oktober lalu. Korban baru menyadari sepeda motor miliknya hilang saat bangun pagi dan hendak berangkat kerja. "Pas korban bangun, motornya sudah tidak ada. Padahal rumahnya di dalam gang, tapi tetap jadi sasaran pelaku," katanya, Sabtu (6/11).

Atas kejadian ini, polisi mengamankan dua tersangka berinisial SR dan AD. Sedangkan seorang lagi yang turut melakukan pencurian bersama AD masih buron. Peran ketiganya berbeda, AD menggunakan satu sepeda motor mencari sasaran, kemudian temannya yang buron mencuri menunggu di sepeda motor sekaligus memastikan kondisi aman.

Setelah berhasil dicuri, sepeda motor didorong hingga ke salah satu bengkel di Kelurahan Selumit Pantai. Sampai di bengkel tersangka mempreteli, boks, spion dan mengganti plat nomor polisi. Selesai model diubah, motor dijual melalui media sosial.

"Ketahuannya pas korban lagi di sekitar Markoni, lihat orang pakai motor mirip motor korban. Dihentikanlah motornya ini, terus ditanya dari mana. Kata orang yang pakai motor itu beli di forum jual beli," ungkapnya.

Korban kemudian mengamankan orang yang menggunakan motornya dan melapor ke polisi. Hingga pembelinya menyebut SR yang memiliki bengkel dan dikembangkan ke pria berinisial AD.

"Dari hasil penjualan Rp 1 juta dibagi antara AD dan pelaku yang buron. Kemudian yang bengkel dapat Rp 750 ribu. Uangnya semua sudah habis. Ada yang digunakan untuk beli sabu-sabu dan buat kebutuhan sehari-hari. Padahal, korban ini rugi Rp 6,5 juta," bebernya.

Sebelumnya pembeli memang mencari sepeda motor yang bisa dibeli dengan harga murah. Karena uang pas-pasan, pembeli tidak mempertimbangkan BPKB. "Padahal harga jualnya di bawah harga standar. Pas ada motor dijual murah di forum jual beli, langsung dibelinya," tuturnya.

Para tersangka, lanjut Faisal, diduga merupakan komplotan pencuri sepeda motor untuk dijual kembali, dalam kondisi utuh atau dibongkar dengan sparepart dijual terpisah.

SR diketahui pernah tersangkut kasus pencurian dan sudah menjalani hukuman pidana. Sedangkan AD baru pertama kali berurusan dengan polisi. " Dua tersangka kami sangkakan Pasal 363 ayat 1 ke 4 KUHP, ancaman 5 tahun penjara," tegasnya. (sas/har)