TANJUNG SELOR – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara (Kaltara), pertumbuhan ekonomi triwulan ketiga sebesar 5,24 persen dari tahun ke tahun (year-on-year).

Dengan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan III-2021 mencapai Rp 28,08 triliun. Termasuk atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 15,98 triliun. Walaupun pertumbuhan melambat dari triwulan kedua sebesar 5,81 persen, ekonomi Kaltara masih lebih baik dari triwulan ketiga 2020.

“Triwulan ketiga 2020 itu mengalami kontraksi atau menurun ke angka -1,37 persen,” ujar Kepala BPS Kaltara Tina Wahyufitri, Jumat (5/11). 

Untuk pertumbuhan lapangan usaha triwulan ketiga 2021 meningkat. Seperti lapangan usaha pertanian tumbuh 6,84 persen. Itu didukung peningkatan subkategori perkebunan tahunan, kehutanan dan perikanan. Pada subkategori perkebunan, produksi Tandan Buah Segar (TBS) sawit di sejumlah perusahaan wilayah Kaltara, mengalami peningkatan produksi dan diikuti tingginya permintaan Crude Palm Oil (CPO).

“Untuk kehutanan mengalami peningkatan produksi, baik kayu log yang bersumber hutan alam maupun kayu industri. Seiring tingginya permintaan pada kategori industri pengolahan,” jelasnya.

Lapangan usaha pertambangan tumbuh 8,67 persen, ini didukung produksi batu bara meningkat. Seiring permintaan ekspor yang tinggi hingga akhir tahun ini. Salah satu pemicunya, krisis energi di Eropa dan Asia yang mendorong kawasan ini untuk impor batu bara.

Lalu Tarakan Field, mengusahakan kebutuhan energi negeri dari wilayah Kaltara yang meliputi beberapa lapangan. Saat ini pasokan minyak masih terjaga, meskipun di tengah pandemi. Di lapangan usaha industri bertumbuh di angka 3,79 persen. Didukung oleh Pemprov Kaltara mengadakan pelatihan bagi pembatik Kaltara, yang sudah dikenal karyanya. Untuk meningkatkan skill pembatik, sehingga produksi industri tekstil meningkat.

Secara year-on-year, aktivitas industri pengolahan terutama industri makan minum mengalami peningkatan. Di bidang perdagangan ekonomi tumbuh sebesar 8,33 persen. Di pengaruhi oleh momen menjelang hari kemerdekaan Indonesia. Dimanfaatkan oleh pedagang untuk menjual pernak pernik perayaan kemerdekaan seperti bendera, umbul-umbul dan lainnya.

Bahkan, dipengaruhi juga oleh transaksi perdagangan beberapa komoditi pertanian dan industri pengolahan. Pada bidang konstruksi memgalami penurunan yakni -2,18 persen, ini dipengaruhi oleh distribusi pengadaan semen dari asosiasi Semen Indonesia mengalami penurunan sebesar -2,60 persen. 

Sementara semen menjadi salah satu indikator dalam penghitung NTB konstruksi. Mengingat sebagain besar konstruksi menggunakan bahan baku semen. “Belanja modal pemerintah yang mengalami penurunan 39,90 persen, turut memengaruhi pertumbuhan konstruksi pada triwulan ke III tahun ini,” tuturnya.

Tina menuturkan, lapangan usaha transportasi tumbuh 1,29 persen. Integrasi empat perusahaan BUMN Pelabuhan, diantaranya PT Pelindo I hingga IV, meningkatkan produktivitas dan efisiensi pelayanan di pelabuhan.

Kemudian jumlah angkutan barang dan penumpang mengalami peningkatan pada triwulan III 2021, dibandingkan dengan Triwulan III 2020. Naiknya jumlah penumpang yang berangkat dikarenakan adanya sedikit pelonggaran bepergian masyarakat.

Selanjutnya, lapangan usaha akomodasi dan makan minum naik 6,20 persen. Fokus Pemprov Kaltara kepada pelaku UMKM, untuk memasarkan produk hingga ke luar daerah dan beberapa negara.

“Permintaan kepada produk industri makan dan minum, oleh negara mitra dagang. Produk industri meliputi CPO, CPKO, udang beku dan biota laut lainnya termasuk rumput laut,” terangnya. (*/nnf/uno)