TARAKAN – Renovasi dilakukan Pemkot Tarakan terhadap Pasar Tenguyun agar terlihat lebih rapi dan bersih. Upaya telah dilakukan dengan mengusulkan anggaran ke pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan.

Upaya itu berbuah manis. Secara bertahap, Pasar Tenguyun direnovasi. Tahap pertama merombak los pasar ikan dan sembako. Meski belum sepenuhnya rampung, bagunannya sudah berdiri dan telah dimanfaatkan.

Tahun ini dilanjutkan tahap kedua dengan membongkar los pasar sayur yang kemudian dibangun bangunan baru. Pengerjaannya telah menunjukkan progres mencapai lebih 50 persen.

“Menurut laporan untuk pembangunan Pasar Tenguyun sampai dengan Oktober lalu sudah 50,18 persen, dan memang sesuai target,” ujar Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop dan UKM) Tarakan Untung Prayitno.

Pembangunan tahap kedua Pasar Tenguyun ditargetkan selesai akhir 2021. Dengan progres fisiknya yang selalu di atas target, dia berharap, target bisa tercapai di akhir tahun.

Yang saat ini diutamakan dalam pengerjaan bangunannya, menurut Untung, adalah memasang kuda-kuda baja dan atapnya. Jika sudah terpasang semua, bisa mengejar pengerjaan bagian lain dengan sistem lembur biar cepat selesai.

Menurut dia, pasar itu dibangun tetap menyesuaikan kondisi jumlah los dan kios yang ditempati pedagang sebelum dibongkar. Karena itu, dia memastikan tidak ada penambahan bangunan karena akan berdampak terhadap bertambahnya kebutuhan lahan.

Sedangkan konsep bangunannya, menurut Untung, lebih modern. Di antaranya, lantai dan meja menggunakan keramik, sementara untuk kios menggunakan rooling door.

Untung memastikan renovasi berjalan, Pasar Tenguyun sepenuhnya menggunakan anggaran pendapatan belanja negara (APBN) melalui Kementerian Perdagangan dengan nilai sekitar Rp 6 miliar.

“Kalau yang sekarang anggaran dari pusat semuanya. Alhamdulillah enggak di-refocusing lagi,” tuturnya.

Sementara itu, pembangunan tahap pertama yang belum rampung akan diselesaikan Pemkot Tarakan dengan menggunakan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD). Untuk memperkirakan pembangunan dilanjutkan tahun depan.

Belum selesainya pembangunan tahap pertama, menurut Untung, karena anggaran dari pemerintah pusat yang berkurang sekitar Rp 1 miliar, dampak refocusing anggaran.

Namun, bangunan sudah berdiri dan telah dimanfaatkan sementara oleh pedagang yang los dan kiosnya dibongkar karena pembangunan tahap kedua. (kpg/mrs/dra/k8)