TARAKAN – Pria berinisial AA yang berprofesi sebagai atlet balap motor di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, diamankan Unit Reskrim Polsek Tarakan Barat. Karena diduga melakukan penggelapan handphone milik temannya.

Pria berusia 20 tahun itu, berusaha untuk melarikan diri menggunakan kapal laut pada 25 Oktober lalu. Namun, berkat kesigapan polisi, tersangka pun diamankan di Pelabuhan Malundung.

Kasus tersebut terbongkar, awalnya tersangka AA datang ke rumah korban bernama Ovan Wajia di Jalan Bhayangkara Gang Bersama RT 45 Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Barat, pada Minggu (24/10) lalu. Kedatangan itu untuk meminjam handphone. Setelah diberikan handphone, korban meninggalkan tersangka di ruang tamu.

“Korban ini kembali ke ruang tamu, tapi tersangka sudah tidak ada. Diduga handphone yang dipinjamkan itu dibawa lari tersangka,” jelas Kapolsek Tarakan Barat Iptu Angestri Budi Reswanto, kemarin (2/11).

Korban kemudian berkoordinasi dengan Ketua RT 45 dan bersama warga, untuk mencari keberadaan tersangka. Ternyata AA sudah di Pelabuhan Malundung dan berencana untuk berangkat ke Sulawesi menggunakan kapal laut, Senin (25/10) pekan lalu. Korban pun menghadang tersangka di Pelabuhan Malundung.

“Tiket penumpang dan surat keterangan bebas Covid-19 dari hasil Antigen beserta uang yang dibawa AA, merupakan hasil penjualan handphone milik korban,” jelasnya.

Saat itu tersangka digelandang dari pelabuhan ke Polsek Tarakan Barat, untuk dilakukan pendalaman dan pengembangan. Handphone milik korban sudah dijual tersangka senilai Rp 800 ribu. Kemudian, uang penjualan digunakan tersangka untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari dan tiket kapal laut.

“Barang bukti dari pengungkapan ini, tiket kapal, surat keterangan bebas Covid-19 dari pemeriksaan Antigen serta uang,” sebutnya. Sebenarnya, handphone milik korban senilai Rp 2,7 juta. Namun tersangka menjual murah dengan alasan kepada pembeli, sedang membutuhkan uang. Pembeli handphone korban ini juga turut diperiksa sebagai saksi. 

“Tersangka datang ke Tarakan ini cuma jalan-jalan, karena ada pamannya. Ke Makassar itu ya mau pulang kampung. Waktu kami amankan di Pelabuhan Malundung, secepatnya digeser ke Polsek Tarakan Barat supaya tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” bebernya.

Angestri menegaskan, antara tersangka dan korban sudah cukup lama berteman. Korban juga tidak menyangka temannya mencuri handphone miliknya. Tersangka pun dikenakan Pasal 372 KUHP dan atau 362 KUHP dengan ancaman 4 tahun dan 5 tahun.(sas/uno)