TANJUNG SELOR – Berdasarkan data yang dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, untuk produksi padi sepanjang Januari-September 2021 diperkirakan sekitar 26,02 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG).

Jumlah tersebut mengalami penurunan sekitar 1,22 ribu ton GKG atau 4,48 persen. Jika dibandingkan tahun 2020, yang mampu produksi 27,25 ribu ton GKG. Potensi produksi sepanjang Oktober-Desember 2021 sebesar 12,14 ribu ton GKG. Total potensi produksi padi pada 2021 diperkirakan mencapai 38,16 ribu ton GKG atau mengalami kenaikan 4,6 ribu ton GKG (13,67 persen). Jika dibandingkan 2020 yang sebesar 33,57 ribu ton GKG.  

Menurut Koordinator Fungsi Statistik Produksi BPS Kaltara Vivi Azwar, produksi padi tertinggi pada tahun 2021 masih sama dengan tahun lalu, berada pada subround I. Produksi padi pada subround I 2020 yaitu 17,63 ribu ton GKG. Pada subround I 2021 sebesar 18,83 ribu ton GKG.

“Kabupaten dengan total potensi produksi padi (GKG) tertinggi pada 2021 dari Nunukan. Kota Tarakan memiliki potensi produksi padi terendah,” sebutnya, Senin lalu (1/11).

Kenaikan produksi padi yang relatif besar pada 2021 terjadi di Kabupaten Nunukan. Penurunan produksi padi tahun ini relatif besar terjadi di Kabupaten Bulungan. Adapun jika produksi padi dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk. Maka, produksi padi sepanjang Januari-September 2021 setara dengan 15,35 ribu ton beras atau mengalami penurunan 0,72 ribu ton (4,48 persen). Jika dibandingkan 2020 sebesar 16,07 ribu ton.

“Luas panen padi pada 2021 diperkirakan 11.057,04 hektare, mengalami kenaikan 1.173,99 hektare atau 11,88 persen. Dibandingkan 2020 yang sebesar 9.883,05 hektare,” ungkapnya.

Potensi produksi beras sepanjang Oktober-Desember 2021 sebesar 7,16 ribu ton beras. Dengan demikian, potensi produksi beras pada 2021 diperkirakan mencapai 22,51 ribu ton beras atau mengalami kenaikan 2,71 ribu ton (13,67 persen). Bila dibandingkan produksi beras 2020 yang sebesar 19,80 ribu ton.

Produksi beras tertinggi pada tahun 2021 masih sama dengan tahun lalu, berada pada subround I. Produksi beras pada subround I 2020 yaitu 10,40 ribu ton. Sedangkan pada subround I 2021 sebesar 11,10 ribu ton.(*/nnf/uno)