TANJUNG SELOR–Realisasi anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) di Kaltara baru mencapai 51,1 persen. Padahal, tersisa dua bulan untuk merealisasikan APBD tersebut.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kaltara Denny Harianto mengatakan, meski realisasi baru mencapai 51,1 persen, dia optimistis bisa mengejar realisasi tersebut. Target yang dikejar adalah di atas target nasional. "Nasional 44 sampai 46 persen. Di atas nasional dan provinsi lain. Itu target kami," jelasnya, Senin (1/11).

Salah satu upaya untuk menggenjot realisasi APBD adalah dengan adanya edaran yang ditandatangani langsung Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang. Surat itu berisi percepatan realisasi APBD. "Sudah ada surat edaran juga untuk percepatan realisasi. Dan sudah ditandatangani gubernur," tambahnya. Yang jadi penekanan adalah seluruh kegiatan yang direncanakan serta yang masuk di perubahan harus dimaksimalkan. Khususnya belanja modal, yang mana menjadi komponen untuk mendongkrak realisasi APBD. "Karena di sana, ada janji politik serta visi misi gubernur dan wakil gubernur. Kami optimistis bisa meningkat," sambungnya.

Tidak hanya itu, dia memprediksi, bulan ini atau awal bulan depan realisasi akan meningkat pesat. Berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, peningkatan realisasi terjadi di bulan terakhir. Apalagi tidak ada hambatan yang berarti sejauh ini. "Namun, biasanya penyedia belum ambil uang muka. Maka dari itu, biasanya mereka sekali termin di akhir tahun. Pengalaman di tahun sebelumnya begitu. Sebulan terakhir pasti gasfull," ungkapnya dengan optimistis.

Selain APBD, pihaknya menggenjot realisasi anggaran pendapatan belanja negara (APBN). Seperti dana alokasi khusus (DAK), dana dekonsentrasi, serta lainnya. Melalui BKAD Kaltara, organisasi perangkat daerah (OPD) juga diminta segera mempercepat realisasinya. (kpg/fai/dra/k8)