TARAKAN - Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltara, terkait hasil yang diraih Kaltara pada PON XX Papua.

Salah satu yang menjadi pembahasan mengani target KONI Kaltara, yang tidak bisa meraih 6 medali emas pada ajang olahraga empat tahunan itu. Anggota Komisi IV DPRD Kaltara Khaeruddin Arief Hidayat mengatakan, dari hasil paparan KONI Kaltara terkait lepasnya target 6 medali emas, didapati beberapa faktor yang menjadi penyebab. Salah satunya dikarenakan waktu latihan dan persiapan para atlet yang terbatas.

“Pembinaan yang selama ini juga tak dilaksanakan secara rutin. Terlepas dari masalah Covid-19 dan anggaran,” jelasnya, Sabtu (30/10).

DPRD Kaltara bersama KONI Kaltara selanjutnya akan melakukan evaluasi. Dengan menargetkan melakukan pembinaan ke depannya kepada atlet. Selain itu, mengupayakan kesejahteraan para atlet. Dengan cara pemberian insentif yang rutin kepada atlet.

“Jadi ada pelatihan rutin, sehingga pencapaian kita bisa menjadi lebih baik. Itu yang kita bahas,” ungkapnya.

Pihaknya mendapati ada beberapa atlet yang berprestasi di ajang kejuaraan nasional, namun tidak bisa masuk dan berprestasi di ajang PON. Ditambah lagi saat kejuaraan tersebut, tidak semua diikuti atlet yang tangguh.

Menurutnya, apabila ingin mendapatkan atlet yang berprestasi, bisa saja membeli atlet dari luar Kaltara. Namun pihaknya tidak menginginkan hal tersebut. Sebab dianggap tidak ada upaya membangkitkan atlet lokal. “Sesungguhnya bukan itu yang kita mau raih,” tegasnya.

Ke depannya berharap adanya seleksi yang dilakukan KONI Kaltara, dengan bisa mendapatkan atlet yang berpotensi. Setelah itu, pihaknya bisa mendukung agar adanya pembinaan berkelanjutan yang dilakukan KONI Kaltara. “Jadi ada upaya juga mengembalikan atlet kita yang dari luar. Tentu dengan konsekuensi memberikan mereka insentif atau pekerjaan,” bebernya.

Sementara itu, Ketua KONI Kaltara Muhammad Nasir mengakui, sudah menyampaikan kendala dan faktor Kaltara meleset dari target saat PON. “Jadi setelah kita jelaskan, dari Komisi IV menerimanya. Mereka juga meminta agar kita ada perencanaan ke depannya,” tuturnya.

Dalam perencanaan ke depannya, KONI Kaltara sudah menyampaikan pada pertengahan tahun depan akan dilakukan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Untuk itu, pihaknya berharap dukungan dari DPRD Kaltara. Agar anggaran Porprov bisa dicairkan sebelum dimulai. Pihaknya berharap ada dukungan dari pemerintah daerah untuk dilakukan pembinaan jangka panjang. “Kita sampaikan pemusatan latihan sebenarnya pelaksanaan panjang. Tapi karena Covid-19, kita tidak bisa melaksanakan itu. Tapi program kita itu panjang dan berjalan, walaupun itu pemusatan latihan mandiri,” ujarnya.(sas/uno)