TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara (Kaltara) sebagai provinsi termuda di Indonesia, tepat Minggu (25/10) telah berusia 9 tahun. Banyak proses yang dilalui, salah satunya peningkatan infrastruktur.

Sejumlah infrastruktur sasar seperti jalan, kesehatan, pendidikan dan lainnya masih minim. Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang saat dikonfirmasi mengatakan, Kaltara yang berumur 9 tahun, Pemprov Kaltara masih mengupayakan perubahan. Meski sudah ada yang berubah, namun masih perlu ditingkatkan.

“Keinginan saya, selama menjabat di sini (Kaltara), infrastruktur minimal sudah bisa dilewati,” terang Gubernur, Minggu (24/10). Menurut Gubernur, selama ini banyak jalan yang tidak bisa ditembus. Untuk itu, Pemprov Kaltara di bawah kepemimpinannya, akan berupaya agar jalan yang sulit dilalui bisa ditingkatkan.

“Minimal, bisa dilalui roda 4 meski tidak beraspal,” imbuhnya. Upaya itu, guna membuka keterisolasian di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau di Kaltara. Sebab, masih banyak daerah yang terisolasi di Kaltara. Baik di Nunukan, Bulungan, Tarakan, Malinau dan KTT.

“Di Nunukan misalnya, ada Kecamatan Krayan yang perlu kita buka akses daratnya,” ujar Gubernur. Di sisi lain, pihaknya juga berencana melakukan kerja sama dengan sejumlah kementerian. Seperti Kementerian Pertanian (Kementan) dalam membangun pertanian di Kaltara.

Ditargetkan, pada 2024 mendatang Kaltara benar-benar berubah. Sebab menurut Gubernur, selama 3,5 tahun memimpin tidak ada perubahan, maka akan sia-sia. “Untuk apa memimpin jika tak ada perubahan,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltara Yansen Tipa Padan menambahkan, jika melihat keberhasilan dari kasat mata semua jalan. Namun perlu diperhatikan perkembangan infrastruktur dasar di Kaltara. “Keberhasilan harus dilihat, infrastruktur seperti apa. Masalah yang ada bisa diatasi atau tidak. Termasuk sosial budayanya seperti apa,” tutur Yansen.

Seluruh unsur di Kaltara, harus kerja keras lagi ke depan. Agar kerangka Kaltara ke depan memiliki on the track pada sektor sosial, ekonomi serta infrastruktur pendidikan, kesehatan dan sebagainya.

Tetap Patuhi Prokes, Antisipasi Gelombang Ketiga Covid

GUBERNUR Kaltara Zainal Arifin Paliwang meminta seluruh masyarakat agar mentaati protokol kesehatan sesuai standar yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. Sebagai upaya mengurangi risiko terpapar virus  sindrom pernapasan akut berat 2 (SARS-CoV2).

“Kalau ada yang duduk berdekatan ingatkan mereka. Begitu juga kalau ada yang tak menggunakan masker. Ingatkan,” terang Zainal.

Diharapkan, masyarakat dapat mendukung program vaksinasi Covid-19. Vaksinasi menjadi salah satu upaya untuk mengantisipasi  gelombang ketiga yang masih berpotensi terjadi, jika prokes diabaikan. 

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara Agust Swandy mengatakan, gelombang ketiga ini hanya perkiraan atau kekhawatiran. Karena melihat di akhir tahun hingga awal tahun lalu, kasus Covid-19 sempat memuncak.

“Saat ini, yang dikhawatirkan gelombang ketiga. Iya, memang wajar karena di akhir tahun ini biasanya terjadi peningkatan mobilitas masyarakat,” tuturnya.

Apalagi sekarang ini sarana transportasi sudah mulai dibuka. Begitu juga dengan objek wisata. Sehingga, pengawasan harus lebih diperketat. Agar masyarakat tidak lengah dengan kondisi sekarang ini.

“Masyarakat berpikirnya bahwa turun level itu bisa lebih bebas,” kata dia. Untuk menurunkan status level ini butuh perjuangan panjang.

Sementara, status tersebut bersifat dinamis. Satu indikator saja meningkat, maka peningkatan level akan kembali terjadi. Prokes satu hal yang wajib untuk diterapkan. “Kita jangan terlalu euforia dengan kondisi sekarang ini. Tetap harus ada kewaspadaan, karena kapan pun gelombang ketiga Covid-19 bisa terjadi,” tutupnya. (fai/uno)