TARAKAN - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan menargetkan, penyaluran 10.000 vaksin pada HUT Kaltara ke-9 dalam waktu dekat. Namun vaksinasi Covid-19 akan dilakukan secara bertahap.

Direktur RSUD Tarakan dr Franky Sientoro mengatakan, pihaknya ingin melakukan akselerasi pencapaian vaksinasi. Sejak 6 bulan lalu pihaknya sudah melakukan vaksinasi tersebut. "Diharapkan pada akhir Oktober ini maka capaian vaksinasi di Kota Tarakan mencapai 50 persen," katanya Sabtu (23/10).

Melalui pencapaian vaksinasi di Tarakan, diharapkan bisa berdampak dengan level PPKM yang akan menurun. Sebab penurunan level PPKM suatu daerah tidak hanya dinilai dari jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Selain itu capaian vaksinasi juga masuk kategori penentuan level PPKM. "Makanya di tanggal 13 sampai 23 Oktober ini, kami menargetkan 10.000 vaksin," tegasnya.

Dari 10 ribu vaksin yang disuntikan ke masyarakat, terdapat tiga jenis vaksin, yaitu Pfizer, Moderna dan Sinovac. Dalam mencapai target vaksinasi tersebut, tidak hanya dilakukan di RSUD Tarakan saja. Namun pihaknya juga sampai jemput bola ke pemukiman warga untuk melakukan vaksinasi. "Kita ada melakukan di Tanjung Pasir dan Mamburungsan Timur. Itu mencapai angka 2.000 ribu dosis," sebut Franky.

Hingga saat ini, capaian vaksinasi dalam rangka HUT Kaltara sudah mencapai 7.000 dosis. Namun pihaknya tetap optimistis target 10.000 dosis vaksin akan disalurkan ke masyarakat, sebelum hari H HUT ke-19 Kaltara pada Senin (25/10) mendatang

Menurutnya, apabila akselerasi pencapaian vaksinasi usai HUT Kaltara, maka program vaksinasi seperti biasanya akan tetap berlangsung. Rata-rata RSUD Tarakan mendistribusikan vaksin ke masyarakat setiap hari berjumlah 200 hingga 300 dosis vaksin.

Selama melakukan program vaksinasi, lanjut Franky, pihaknya tidak menemukan kendala. Kemudian masyarakat pun lebih banyak memilih mendapatkan vaksin di RSUD Tarakan. Pasalnya, apabila ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) berat maka langsung bisa dirawat di RSUD Tarakan. "Jadi tidak dilakukan secara massal, tetap dilakukan oleh tim vaksinasi seperti sebelumnya," imbuhnya. (sas/har)