TARAKAN - Pertamina terus melakukan edukasi kepada konsumen dan upaya mendorong penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan kualitas lebih baik serta lebih ramah lingkungan. Sehingga saat ini masyarakat sudah mulai beralih ke BBM yang lebih berkualitas dan ramah lingkungan seperti Pertamax dan Pertalite, sehingga konsumsi Premium kian menurun.

Untuk di Tarakan, penggunaan BBM bersubsidi jenis Premium ke Pertalite. Rencananya pengalihan tersebut juga akan diberlakukan di Kabupaten Nunukan.

Sales Branch Manager Rayon V Kaltimtara, Fuel Pertamina Tarakan, Azri Ramadan Tambunan mengatakan, pihaknya yang memiliki wilayah kerja hingga ke Nunukan, sudah menyosialisasikan pengalihan BBM dari Premium ke Pertalite.

"Ini termasuk juga dalam program Pertamina yaitu Langit Biru. Jadi kita tidak menghapuskan, namun menawarkan SPBU di Nunukan untuk BBM yang lebih baik dengan harga khusus," katanya, Sabtu (23/10).

Dalam menawarkan penggunaan BBM jenis Pertalite di Nunukan, pihaknya bahkan memberlakukan harga khusus. Dalam arti setara dengan harga BBM jenis Premium. Namun pemberlakuan harga khusus itu hanya berlaku hingga Desember mendatang. "Ini bukan subsidi tapi promo, karena non Public Service Obligation (PSO)," ungkapnya.

Pengalihan penggunaan BBM jenis Premium ke Pertalite dilakukan mengacu pada program Pertamina yaitu Langit Biru dalam upaya mengurangi polusi udara. Program tersebut pun berlaku di seluruh Indonesia. Namun untuk di Tarakan, pihaknya tidak memberlakukan harga promo lantaran pengalihan penggunaan BBM jenis Premium ke Pertalite sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Pihaknya pun berharap masyarakat mau beralih menggunakan BBM dengan kualitas lebih baik.

"Jadi di Tarakan sudah tidak ada konsumsi Premium lagi. Jadi Pertalite di Tarakan dengan harga normal sudah digunakan masyarakat Tarakan," bebernya.

Apabila sudah dialihkan, maka pihaknya juga akan menambah stok BBM jenis Pertalite. Ia memastikan stok akan selalu tercukupi. Sebab, kuota untuk BBM non subsidi tidak terbatas dan bisa disuplai berapa pun yang diminta oleh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

"Jadi mudahan suplai di Nunukan bisa lebih baik. Kita suplai pakai kapal. Kalau pun ada kendala, paling pada kerusakan kapal. Tapi yang pasti tidak ada kendala kuota," tegasnya.(sas/har)