TANJUNG SELOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan masih mencari solusi terkait pengunaan alat polymerase chain reaction (PCR) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sebab ruang tekanan negatif di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Bulungan belum tersedia.

Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, dirinya telah berkoordinasi dan menanyakan persoalan PCR dari BNPB yang tidak dapat digunaka, sebab masih kekurangan ruang tekanan negatif. Dia mengaku, hal itu diluar ekspektasi.

"Saya sudah sampaikan kepada kepala dinas kesehatan untuk secepatnya ditindak lanjuti," tegasnya, Jumat (23/10). "Perlu disiapkan baik ruangan yang akan digunakan serta anggarannya," imbuhnya.

Meski ada opsi lain, yakni mengadakan PCR mobile atau kontainer, namun hal itu memakan anggaran cukup besar mencapai Rp 4 miliar. Untuk itu, pihaknya harus mencari solusi lain, tanpa harus mengeluarkan anggaran Rp 4 miliar. "Ini yang terus kita bahas bersama. Bagaimana solusinya dan langkah ke depan," kata dia.

Jika menyediakan ruang tekanan negatif, maka harus diperhitungkan suhu udara ruangan. Sehingga ketika hasil uji lab keluar, tidak menimbulkan dampak lingkungan. "Kita akan upayakan  hal itu. Agar pelaksanaan pemeriksaan PCR bisa cepat terlaksana di Bulungan," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan Imam Sujono mengatakan, Alat PCR dari BNPB tak bisa digunakan hingga saat ini. Hal itu dikarenakan fasilitas yang ada di gedung  Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Bulungan belum memadai. Alat itu harus terpasang di ruang tekanan negatif. Namun Labkesda Bulungan, belum memiliki ruang tekanan negatif. Untuk itu, pihaknya masih perlu mempersiapkan hal itu.

Di sisi lain, Pemkab Bulungan juga belum menerima kiriman alat PCR kontainer dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Informasinya, alat PCR itu masih dalam perjalanan. Sebagai salah satu alternatif, pihaknya harus segera menyediakan alat baru, yakni PCR Kontainer. Sebab lebih fleksibel digunakan, tanpa harus menyediakan ruang tekanan negatif.

"Pilihannya sebagai alternatif adalah alat baru dan ditempatkan di rumah sakit. Kemudian untuk yang BNPB itu, perlu disiapkan terlebih dulu," terangnya.(fai/har)