TARAKAN – Barang bukti narkoba jenis sabu sebesar 250 gram atau seperempat kilogram sabu, berhasil diungkap Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tarakan di Perumahan PNS, Kelurahan Juata Permai. Dengan mengamankan tersangka berinisial RD. 

Pengungkapan kasus narkoba tersebut bermula dari informasi masyarakat. Mendapat informasi itu, Satresnarkoba langsung bergerak. Pria berusia 40 tahun tersebut pun diamankan sekira pukul 11.00 Wita di Jalan Pangeran Aji Iskandar, RT 21 Kelurahan Juata Permai, Tarakan Utara, Jumat (15/10) lalu.

“Sabu yang kami dapatkan dari RD ini sudah dikemas rapi dan siap edar. Bentuknya di klip plastik, sesuai harga. Tersangka menyimpan sabu di sekitar rumahnya,” terang Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira melalui Kasat Resnarkoba Ipda Dien Fahrur Romadhoni, Kamis (21/10). 

Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, wilayah penjualan sekitar Tarakan, terutama Kecamatan Tarakan Utara. Pengakuan RD, selain jualan sabu ia juga pekerja di wilayah pertambakan. Namun tergiur dengan bisnis sabu, setelah mendapatkan untung yang menjanjikan dan mudah diperoleh barang haram tersebut.

“Tersangka biasa menjual sabu dari 1 gram hingga paket seperempat ball. Tergantung permintaan pembeli. Harga sabu yang dijual masih kita gali,” tuturnya.

RD pun membeli sabu jualannya langsung dari Malaysia melalui bandar sabu. RD hanya sebagai penerima, semua yang mengatur proses transaksi dari bandar sabu yang ada di Malaysia. “Sementara masih kami kembanglan, alur peredaran sabu sebelum sampai ke RD,” imbuhnya. 

Ia menegaskan, RD ini tidak hanya sekali melakukan aktivitas jual beli sabu dengan bandar yang sama. Bahkan RD sudah masuk dalam target operasi (TO) Satresnarkoba Polres Tarakan, sebelum dilakukan penangkapan. Terhadap tersangka dikenakan Pasal 112 ayat 2 junto Pasal 114 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara dan denda maksimal Rp 10 miliar. (sas/uno)