TANJUNG SELOR – Pariwisata telah menjadi salah satu sektor ekonomi terbesar dan tumbuh paling pesat, tak terkecuali di Kalimantan Utara (Kaltara). 

Pariwisata merupakan sektor yang penting dalam perekonomian, baik sebagai sumber penghasil devisa negara, pencipta lapangan kerja dan kesempatan berusaha. Dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara Tina Wahyufitri, kepariwisataan telah menjadi salah satu sektor yang memberikan dampak positif bagi perkembangan perekonomian di Kaltara. 

Sektor pariwisata dengan tiga lapangan usaha di dalamnya (Hotel, Restoran, Hiburan dan Rekreasi) semakin penting. Seiring dengan perkembangan kehidupan masyarakat yang makin kompleks. Tuntutan ketersediaan fasilitas pariwisata semakin berkembang, tidak hanya dari sekadar kuantitas. Namun juga kualitas fasilitas-fasilitas yang tersedia, seiring dengan perkembangan perekonomian masyarakat. 

“Pergerakan masyarakat baik antar provinsi maupun internal provinsi yang semakin meningkat. Perlu diimbangi dengan peningkatan penyediaan kamar hotel, sehingga tak menimbulkan kesenjangan antara permintaan dan penawaran kamar hotel/akomodasi,” terangnya, Kamis (21/10). 

Peningkatan ketersediaan kamar hotel tersebut juga harus disertai dengan peningkatan kualitas fasilitas-fasilitas yang disediakan. Usaha untuk peningkatan mutu lapangan usaha perhotelan dan akomodasi lainnya, memerlukan suatu informasi yang benar mengenai kondisi, keberadaan, dan perkembangan hotel yang tergambar dalam beberapa indikator perkembangan perhotelan/akomodasi lainnya. 

Tina menyebutkan, indikator-indikator itu diantaranya Tingkat Penghunian Kamar Hotel (TPK) dan Rata-Rata Lama Menginap Tamu (RLMT). Sejalan dengan perkembangan dunia pariwisata, khususnya perhotelan tersebut, pihaknya dituntut untuk menyediakan berbagai informasi mengenai kondisi perhotelan dan indikator-indikator perkembangan perhotelan/akomodasi lainnya. (*/nnf/uno)