TIDENG PALE – Sebagian wilayah di Kabupaten Tana Tidung (KTT) belum merasakan pemerataan jaringan telekomunikasi. Bidang Pendidikan menjadi salah satu yang terdampak, akibat jaringan telekomunikasi tersebut. 

Pasalnya, beberapa satuan pendikan di wilayah yang susah akses jaringan mengalami kesulitan saat pelaksanaan belajar daring (dalam jaringan). Menanggapi hal tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) KTT berupaya membangun komunikasi dengan Kementerian dan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI). 

“Memang kita ada beberapa progres terkait dengan pengusulan BTS (Base Transceiver Station), untuk penambahan daya jangkau,” jelas Kepala Diskominfo KTT Uus Rusmanda saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (21/10). 

Seperti di Bandan Bikis, pihak provider sudah menambah daya jangkau. “Alhamdulillah, informasi terakhir setelah kami cek itu jaringannya sudah 4G,” ujarnya. Bahkan, SMPN 2 Sesayap Hilir dan kantor desa, yang dulunya jaringan 2G kini sudah 4G. Diskominfo KTT pun mendapatkan penambahan 10 titik pembangunan Very Small Aperture Terminal (VSAT). Fungsi utama VSAT untuk menerima dan mengirim data ke satelit. Satelit berfungsi sebagai penerus sinyal untuk dikirimkan ke titik lainnya bagi beberapa wilayah. 

“Jadi, nanti di beberapa daerah yang susah terjangkau oleh jaringan seluler itu langsung dari satelit. Itu bantuan dari kementerian,” tuturnya. Untuk pengerjaan VSAT, nantinya akan diplotkan pada 10 titik. Rencana minggu ini distribusikan pada titik yang ditentukan. Diperuntukkan fasilitas publik, seperti puskesmas, sekolah dan lainnya. “Saya berharap ke depannya di beberapa titik itu yang sebelumnya tidak ada sinyal telekomunikasi, bisa teratasi dengan adanya bantuan VSAT,” harapnya. (*/mts/uno)