TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan mendapatkan bantuan Polymerase Chain Reaction (PCR) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), saat ini belum bisa digunakan.

Bantuan belum digunakan karena fasilitas yang ada di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Bulungan belum memadai. Alat itu harus terpasang di ruang tekanan negatif. Namun Labkesda Bulungan, belum memiliki ruang tekanan negatif. 

“Perlu ruangan khusus dan harus disiapkan. Kita masih upayakan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan Imam Sujono, kemarin (19/10). 

Bahkan, Pemkab Bulungan juga belum menerima kiriman alat PCR kontainer dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Informasinya, alat PCR itu masih dalam perjalanan. 

Sebagai salah satu alternatif, pihaknya harus segera menyediakan alat baru, berupa PCR Kontainer. Sebab lebih fleksibel digunakan, tanpa harus menyediakan ruang tekanan negatif.

“Pilihannya sebagai alternatif adalah alat baru dan ditempatkan di rumah sakit. Kemudian untuk bantuan dari BNPB itu, perlu disiapkan terlebih dulu,” ungkapnya.

Untuk menyediakan alat PCR baru, dibutuhkan anggaran sebesar Rp 4 miliar. “Kita dorong percepatan untuk menggunakan rumah sakit. Yang BNPB masih dikondisikan,” imbuhnya.

Untuk tarif PCR akan menyesuaikan sesuai dengan yang sudah ditetapkan oleh Kemenkes. Kemudian, sumber daya manusianya memastikan hal itu sudah tidak menjadi masalah. (fai/uno)