TANJUNG SELOR – Festival Sungai Kayan yang terlaksana selama dua hari, 19 dan 20 Oktober, mengambil lokasi di Pelabuhan VIP Kayan I Tanjung Selor. 

Festival tersebut merupakan rangkaian Birau untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Bulungan ke 61 dan Kota Tanjung Selor yang ke 231. Festival kali ini garapan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Bulungan. Dengan memperlombakan dua kategori, yakni lomba speed ketinting dan perahu dayung. 

Untuk lomba speed ketinting diikuti 133 peserta. Rinciannya, 89 peserta turun di kelas 5-6 PK dan 44 peserta kelas 13-17 PK. Sedangkan lomba perahu dayung ada 10 regu. Kemarin (19/10), memasuki babak penyisihan untuk lomba speed ketinting, baik kelas 5-6 PK maupun kelas 13-17 PK. 

Menurut Ketua KORMI Bulungan Syarwani, Festival Sungai Kayan ini sebagai momen dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Bulungan ke 61 dan Kota Tanjung Selor ke 231. Sungai Kayan ini menghubungkan antar desa dan kecamatan yang ada di Bulungan, untuk bisa menuju ke Kecamatan Tanjung Selor. 

“Adanya Festival Sungai Kayan ini mengembalikan ciri khas Bulungan, yang menggunakan fasilitas perahu ketinting dan dayung. Sudah ada sejak dulu kala. Sekaligus untuk memastikan sebagai identitas kearifan lokal,” jelas pria yang juga menjabat Bupati Bulungan ini. 

Syarwani mengingatkan bagi para peserta untuk tetap menjunjung tinggi sprotivitas. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan pun berkomitmen, saat Hari Jadi akan tetap menggelar Festival Sungai Kayan. “Festival ini kita agendakan setiap tahun bisa terlaksana,” harap Syarwani. 

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Kaltara Yansen Tipa Padan pun menghadiri dan menyaksikan Festival Sungai Kayan. “Atas nama Pemerintah Provinsi Kaltara, saya memberikan apresiasi dengan terlaksananya Festival ini,” ujar pria yang juga menjabat Ketua KORMI Kaltara. 

Yansen menyakini, festival ini akan menjadi potensi luar biasa untuk menghidupkan kembali kejayaan olahraga masyarakat. Momentum peringatan Hari Jadi seperti saat ini, dapat dimanfaatkan untuk menggali setiap potensi yang ada di Kaltara, khususnya di Kabupaten Bulungan. “Kita memiliki banyak tradisi dan budaya yang dapat dijadikan sebagai potensi pariwisata,” tutur Wagub. 

Menurut Yansen, Kaltara memiliki berbagai macam kesenian, olahraga tradisional dan olahraga masyarakat yang harus terus dieksplorasi. Serta dapat diteruskan kepada para generasi muda, agar bisa lestari. Ini menjadi momen yang sangat tepat, terlebih masyarakat telah lama menunggu terlaksananya kegiatan festival. Dikarenakan pandemi Covid-19 yang masih terjadi, mengakibatkan festival pun tidak terselenggara. 

Yansen mengatakan, sejak dahulu sungai dikenal memiliki banyak manfaat bagi manusia. Sungai dapat menjadi sumber mata pencaharian, jalur transportasi dan air bersih. Sebelum festival dimulai, Wagub yang didampingi Bupati Bulungan mengikuti konvoi menggunakan perahu melintasi Sungai Kayan. Terpenting, pelaksanaan festival ini tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes). Mengingat, pandemi Covid-19 belum berakhir. (uno2)