Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 54 Tahun 2021, membuat tentang daerah yang sudah turun level untuk penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di daerahnya. 

Tarakan menjadi salah satu daerah yang ditetapkan Mendagri turun menjadi PPKM Level 3. Kepala Koordinator Pengendalian Karantina Surveilance Epidomologi (PKSE) pada Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tarakan Indah Suryawati mengatakan, meski sudah ditetapkan turun level, namun untuk dokumen perjalanan masih hampir sama dengan PPKM Level 4. 

Salah satunya kewajiban menyertakan hasil pemeriksaan bebas Covid-19 menggunakan swab Polymerase Chain Reaction (PCR). “Kalau PPKM Level 3 masih belum ada perubahan. Daerah dengan PPKM Level 4, untuk keluar masuk masih wajib PCR,” tegasnya, kemarin (19/10). 

Saat ini pihaknya juga menunggu Surat Edaran (SE) dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait penerapan di daerah yang sudah turun level PPKM. Namun, dalam aturan sebelumnya disebutkan dokumen perjalanan untuk PPKM Level 4 dan Level 3 tidak ada perubahan dan wajib PCR. 

“Perlakuan antara level 3 dan level 4 untuk pelaku perjalanan itu tidak ada perubahan dalam penerbangan. Kalau vaksin, semua wajib vaksin minimal dosis satu untuk semua daerah,” jelasnya.  

Sementara untuk daerah yang sudah PPKM Level 2, dokumen perjalanannya vaksin harus lengkap. Tetapi bisa menggunakan keterangan bebas Covid-19 hasil swab antigen. Memastikan informasi yang beredar di masyarakat, bahwa PPKM Level 3 tidak mewajibkan PCR itu hoaks. Ia meminta masyarakat melihat dulu, syarat yang disebutkan dalam Inmendagri terkait penerapan PPKM di daerah.

Dalam Inmendagri Nomor 54 Tahun 2021 ini, tentang PPKM level 3, level 2, level 1 serta mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan. Hal tersebut untuk pengendalian penyebaran Covid-19 di wilayah yang menerapkan PPKM. 

Disebutkan Inmendagri terbaru ini, hanya Nunukan yang level 2. Kemudian, untuk empat daerah lainnya, Bulungan, KTT, Malinau dan Tarakan berada di level 3 untuk penerapan PPKM. Pelaku perjalanan domestik yang menggunakan mobil pribadi, motor dan transportasi umum jarak jauh seperti pesawat udara, bis, kapal laut dan kereta api harus menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama. 

Selain itu, wajib menunjukkan hasil PCR yang berlaku 2x24 jam untuk pesawat udara, Antigen H-1 untuk moda transportasi mobil, sepeda motor, bis, kereta api dan kapal laut. Ketentuan terkait vaksin dan surat keterangan bebas Covid-19 hanya berlaku untuk kedatangan dan keberangkatan, dari dan ke wilayah yang ditetapkan sebagai level 3. Namun, tidak berlaku untuk wilayah aglomerasi.

Di Bandara Juwata Tarakan, KKP memiliki 8-9 petugas dalam satu tim, yang melakukan pemeriksaan dokumen perjalanan. Dalam pengawasannya, masyarakat sudah banyak yang paham digital dan bisa menggunakan aplikasi. 

Kabupaten Bulungan pun saat ini sudah turun level 3 untuk PPKM. Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, penurunan level ini berdasarkan indikator capaian positivity rate Covid-19. Apalagi hal itu menjadi penekanan Satgas pusat. Evaluasi mingguan positivity rate sudah di bawah angka nasional, yakni 5 persen. 

“Sesuai standar yang ditetapkan Pemerintah Pusat, positivity rate tak boleh di atas angka 5 persen. Update terakhir, persentasenya sudah 2,4 persen,” ungkap Bupati.

Sebelum ditetapkan PPKM level 4, positivity rate di Bulungan berada di angka 14 persen. “Inmendagri baru diterima Senin (18/10) lalu. Di Kaltara, ada 4 daerah yang masuk level 3. Yakni, Bulungan, Tarakan, KTT dan Malinau,” sebutnya. 

Meskipun tidak masuk dalam status PPKM level 4, masker harus menjadi kebutuhan hidup sehari-hari. Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kalak BPBD Bulungan Darmawan memastikan tidak melaksanakan  patroli selama masa PPKM Level 3. Tetapi, evaluasi dan monitoring (monev) terkait pelaksanaan PPKM di tingkat desa akan tetap dilakukan.

Sesuai arahan Pemerintah Pusat dan Surat Edaran (SE) Bupati Bulungan. Meskipun sudah zero Covid-19. Namun, pelaksanaan PPKM di tingkat desa tetap harus dilakukan.

“Kemungkinan tak semua kecamatan kita lakukan monev. Karena anggaranya juga terbatas,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Jubir Satgas Covid-19 Bulungan, dr Heriyadi Suranta mengatakan, selama masa PPKM Level 3 target testing harian di Bulungan sebanyak 19 orang per hari. Jumlah ini turun jika dibandingkan masa PPKM level 4 sebanyak 96 orang per hari.

“Alhamdulilah, selama ini target itu selalu tercapai,” ujarnya. Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 16 Oktober angka positivity rate di Bulungan 4,82 persen. Artinya, masih rendah dari batas ambang yang ditetapkan oleh Kemenkes. (sas/fai/uno)