NUNUKAN –Polres Nunukan berhasil meringkus dua warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Sei Jepun Nunukan, Indra Adi Saputra (20) dan Tuo bin Udding (29), yang kabur selama sekitar 8 bulan lalu. 

Keduanya diamankan di Sesayap Kabupaten Tana Tidung, Sabtu lalu (16/10) sekitar pukul 14.30 Wita. Napi yang dikirim dari Kabupaten Bulungan pada awal 2020, melarikan diri pada Sabtu 13 Februari 2021 lalu. Kalapas Nunukan Taufik Hidayat menjelaskan, keduanya diamankan saat berada di rumah keluarganya masing masing.

“Saat diamankan, Tuo tinggal sama orang tuanya. Sementara Indra tinggal dengan omnya,” jelas Taufik, Minggu (17/10). Penangkapan bermula dari adanya laporan masyarakat ke Polsek Sesayap, yang mencurigai keberadaan buronan Lapas Nunukan di wilayahnya.

Dari laporan tersebut, selama 4 hari polisi melakukan pemantauan dan kroscek. Serta menginformasikan ciri-ciri dan identitas keduanya kepada Lapas Nunukan. “Ternyata benar, keduanya merupakan narapidana yang melarikan diri atau masih dalam pencarian (DPO). Keduanya berada di rumah orang tuanya atau keluarganya masing-masing,” ungkapnya. 

Kalapas Nunukan lalu memerintahkan jajaran KPLP dan Kamtib untuk melanjutkan koordinasi. Sekaligus mengirimkan surat permohonan bantuan penangkapan kepada Kapolsek sesayap.

“Permohonan direspon cepat oleh Kapolsek Sesayap. Pengintaian dilakukan dan akhirnya penangkapan pertama dilakukan di kediaman Tuo pada pukul 22:00 Wita. Berlanjut di kediaman Indra pada pukul 03.00 Wita,” bebernya. 

Setelah itu, para napi tersebut dikirim ke Lapas Nunukan pada Minggu sekitar pukul 09.30 Wita. Serah terima dilakukan langsung oleh Kapolsek Sesayap Ipda Yudi Satriadi. Taufik mengatakan, baik Tuo maupun Indra dipindahkan ke Lapas Tarakan untuk menjalani sisa masa tahanan sekitar 2 tahun lagi.

“Perintah Kanwil supaya kedua napi tersebut dipindahkan ke Tarakan. Pertimbangannya, lebih dekat keluarga dan supaya ada yang menjenguk. Selama di Lapas Nunukan, tak ada yang menjenguk karena alasan jauhnya jarak,” tutur Taufik.

Sebelumnya, 3 warga binaan Lapas Nunukan kabur. Yang pertama Krispin Tanyit alias Ipin At Tanyit Gung (43), yang diketahui kabur pada Jumat 14 Mei 2021 malam. Krispin semestinya menjalani vonis 8 tahun penjara, setelah Pengadilan Negeri Tanjung Selor menjatuhkan hukuman pada 16 Oktober 2018. 

Sampai saat ini, belum ada penjelasan detail kronologis Krispin Tanyit bisa kabur dari Lapas. “Kami terus melakukan pengejaran untuk napi yang masih kabur. Kami yakin akan segera tertangkap. Karena kemungkinan besar masih di wilayah Kaltara,” ujarnya.

Kasus kedua, kaburnya dua orang napi yang memiliki hubungan kekerabatan, yaitu Indra Adi Saputra (20) dan Tuo bin Udding (29). Kedua napi itu diduga sudah memiliki rencana kabur dan telah memetakan situasi. Sebelum melarikan diri, mereka sempat melaksanakan salat Ashar berjemaah dan berolahraga. 

“Saat para napi sedang olahraga, seperti futsal, lari dan voli. Saat itulah mereka menyelinap dan kabur dari tembok belakang, sekitar pukul 17.30 Wita," ungkap Taufiq. 

Keduanya memanjat tembok penjara setinggi empat meter dan gulungan kawat setinggi satu meter. Petugas Lapas menduga, mereka kabur memakai kain sarung yang dipilin menjadi tali. “Saat pengecekan masuk sel, sekitar pukul 18.00 Wita, petugas mendapati penghuni sel B 8 dan B 12 kurang. Kita patroli dan temukan robekan kain sarung di areal tembok belakang Lapas,” ujar Taufiq. (*/lik/*/viq/uno)