TANJUNG SELOR – Sejak 2020 lalu,  kondisi jalan penghubung Desa Salimbatu menuju Desa Silva Rahayu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, makin memprihatinkan. Badan jalan yang longsor sudah mencapai 80 persen. Pengendara sangat terganggu akibat kondisi itu.

Kepala Desa (Kades) Salimbatu, Asnawi saat dikonfirmasi mengatakan, jalan longsor sudah beberapa kali ditinjau pihak Pemprov Kaltara maupun Pemkab Bulungan. Namun, hingga saat ini belum ada perbaikan dari pemerintah. Usulan perbaikan setiap tahun diusulkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan  (Musrembang) desa, kecamatan maupun kabupaten. Tetapi, belum direspons oleh pemerintah.

"Setiap Musrenbang kami usulkan. Terakhir kami usulkan Maret. Tetapi, sampai saat ini belum ada realisasi perbaikan," jelasnya, Sabtu (16/10).

Dikatakannya, kerusakan bukan hanya satu titik saja. Ada tiga titik longsor di ruas jalan tersebut. Namun, titik terparah berada di tikungan menuju Silva Rahayu. Diperkirakan, badan jalan dengan lebar sekitar 5 meter itu hanya tersisa kurang lebih 1 meter. Alhasil, kendaraan roda empat sulit melintas.

Oleh karena itu, pihaknya berharap agar perbaikan bisa segara dilakukan agar mobilitas masyarakat bisa berjalan normal. “Jangan sampai ada korban baru diperbaiki,” ungkapnya.

Terpisah, Bupati Bulungan, Syarwani mengaku telah menerima aspirasi dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Salimbatu terkait keinginan masyarakat agar ruas jalan longsor diperbaiki. "Kemarin sudah disampaikan. Bahkan mereka (BPD) juga menyerahkan beberapa dokumentasi jalan longsor tersebut," kata bupati.

Ia berharap beberapa perusahaan yang beroperasi di Salimbatu bisa ikut berkontribusi melakukan perbaikan sementara. Minimal, titik ruas jalan yang nyaris putus itu ditimbun. Secara teknis, meskipun belum bisa diperbaiki permanen, namun ruas jalan itu sudah bisa dilintasi dengan kondisi jalan yang relatif aman.

"Ada beberapa perusahaan yang beroperasi di sana. Nanti kami coba minta bantuan dan akan kita surati. Kalau melalui APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) terus terang saja masih sulit untuk bisa terakomodasi. Makanya kita minta partisipasi perusahaan," terangnya.

Ia juga memerintahkan kepala desa dan camat untuk melakukan pengawasan. Agar perbaikan jalan sementara bisa terlaksana dengan baik. (fai/har)