TARAKAN - Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua telah berakhir, Jumat malam (15/10). PON kali ini, kontingen Kalimantan Utara (Kaltara) harus puas berada di urutan ke-32 dari 34 provinsi. 

Kontingen Kaltara mempersembahkan 1 medali emas, 2 perak dan 1 perunggu. Atlet penembak Kaltara berhasil menyumbangkan 1 medali emas dan 1 perak. Sementara 1 medali perak sebelumnya disumbangkan lewat cabor layar. Terakhir, lifter asal Kaltara, Hardi menyumbangkan 1 medali perunggu usai turun di kelas 120 kg.

Menanggapi hasil tersebut, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltara Muhammad Nasir merasa bersyukur atas raihan medali tersebut. Prestasi tersebut tak lepas dari dukungan Pemprov Kaltara dan masyarakat. “Dukungan itu baik secara moril maupun materiil. Sehingga Kaltara bisa mengikuti ajang PON XX Papua,” jelasnya, Jumat (15/10).

Namun, Nasir menyayangkan raihan medali 6 emas tidak sesuai target yang diharapkan. Ajang tersebut menjadi bahan pembelajaran dan evaluasi bagi atlet Kaltara. Menurutnya, untuk mencapai suatu target membutuhkan persiapan yang lama. 

“Kami minta maaf pada warga Kaltara, tak mencapai target 6 medali emas. Tapi kami juga berterima kasih pada atlet, official, pelatih yang sudah mengikuti rangkaian PON XX Papua,” tuturnya.

Nasir berharap, bagi atlet yang mampu meraih medali agar tetap fokus berlatih. Hal itu nantinya sekaligus mempersiapkan pertandingan dan ajang PON selanjutanya tahun 2024 mendatang. Sementara bagi atlet yang belum mampu meraih medali, dituntut terus berlatih. 

“Anggap saja ini keberhasilan yang tertunda. Masih ada waktu dan kesempatan yang lebih baik. Mudahan kita dapat prestasi yang lebih dari saat ini,” harapnya.

KONI Kaltara akan lakukan evaluasi terkait pembinaan dan penjaringan atlet asal Kaltara, yang direkrut oleh provinsi lain. Ia mengakui, pada ajang PON XX Papua terkendala wabah Covid-19. Dalam hal pembinaan ke depan, ia mengharapkan dukungan anggaran.

“Dari hasil ini mudahan kita semua terbuka dan posisi tidak seperti ini lagi. Provinsi Kaltara juga tidak berada di posisi terakhir perolehan medali. Memang tidak puas. Sebab situasi di sini (Papua) tak sama dengan PON di Jawa Barat,” pungkasnya.(adv/sas/uno)