GAGASAN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mengembangkan tanaman porang mendapat dukungan dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kalimantan Utara (Kaltara). 

Ketua HIPMI Kaltara Ahmad Syamsir Arief melihat potensi menjanjikan dari tanaman Porang. Meskipun merupakan tanaman baru di Indonesia dan memiliki masa tanam yang cukup lama, berkisar antara 7 bulan hingga 2 tahun. 

“Memang porang ini termasuk yang berpotensi dikembangkan. Kalau masalah harga turun naik itu biasa. Tapi faktanya sampai sekarang Indonesia belum bisa memenuhi permintaan dari luar. Masih sangat kecil, sehingga peluang itu masih ada,” jelas Ahmad, Jumat (15/10). 

Karena itu, pihaknya mendukung gagasan Pemprov Kaltara dengan menyiapkan lahan kurang lebih 1 hektare di Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, untuk ditanami porang. Rencana ini bekerjasama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) yang akan menyiapkan bibit tanaman Porang.

Pihaknya akan membedayakan petani lokal untuk menggarap lahan tersebut. Selain itu, pihaknya sedang berupaya menjalin kerja sama dengan perbankan untuk bisa mendapatkan permodalan. 

Menurutnya, potensi Porang sangat menjanjikan karena keperluan luar negeri yang cukup tinggi. Porang biasanya menjadi bahan baku pembuatan kosmetik maupun beras untuk kesehatan bernama sirataki. Pangsa pasar luar negerinya biasa ke Korea, Jepang dan Tiongkok. 

Kaltara bisa menghasilkan Porang dalam bentuk bahan mentah. Nantinya akan diolah lagi di pabrik yang ada di Indonesia, seperti di Surabaya. Sudah ada petani di Kaltara yang membudidayakan tanaman Porang. Di antaranya ada Kabupaten Malinau, atas inisiasi Wakil Gubernur Kaltara. 

Selain di Malinau, tanaman Porang juga telah dikembangkan di Kabupaten Bulungan. “Jadi kita dukunglah, beliau kan punya program 2 juta Porang kurang lebih 60 hektare luasannya. Tapi inikan bertahap,” tuturnya. (mrs/uno)