TIDENG PALE –Bupati KTT Ibrahim Ali memiliki wacana untuk desain beberapa desa menjadi role model, sebagai desa bebas narkoba. Mengingat, peredaran barang haram jenis narkotika di KTT menyasar hingga ke pelosok desa. 

“Kita akan menjadikan salah satu desa sebagai desa percontohan bebas narkoba,” ujar Ibrahim, saat ditemui usai pengukuhan Karang Taruna di Pendopo Djaparudin, belum lama ini. 

Menurut Bupati, untuk konsep dan desain setiap desa berbeda-beda. Semisal dengan membentuk desa bersih, mandiri dan lainnya. Bagi desa yang berhasil menjalankan program dan menjadi desa percontohan, maka akan diberikan penghargaan. Berupa penambahan untuk dana desanya. 

Sementara itu, Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Hendrik berpesan kepada seluruh warga tanpa terkecuali untuk bersama-sama memerangi narkotika. Penanganannya bukan hanya pihak berwajib atau pemerintah daerah, tetapi tanggung jawab bersama. Termasuk orang tua, tokoh adat, agama dan organisasi kepemudaan. Untuk memberikan edukasi tentang pengaruh obat terlarang. 

Pria yang juga menjabat Wakil Bupati KTT ini berharap para pemuda bisa menjadi tameng dan dapat menangkal peredaran narkotika. Edukasi dan sosialisasi sangat penting, agar anak-anak remaja yang lain bisa memahami dan terhindar dari penyalahgunaan narkotika. 

“Konsep pembinaan dari BNK, lebih dahulu dilakukan penelusuran. Apakah ada keterlibatan langsung dalam peredaran narkoba atau hanya pemakai,” ujar Hendrik. Apabila hanya pemakai, maka diupayakan dilakukan rehabilitasi. Akan tetapi, jika merupakan pengedar atau bandar narkotika, maka diserahkan ke pihak berwajib. (*/mts/uno)