SEBAGAI upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bulungan, pemkab lakukan langkah kerja sama dengan pihak perbankan. Pemkab sudah cukup lama menjalin kerja sama dengan Bankaltimtara. Dalam kerja sama tersebut, juga menguntungkan daerah, khususnya pada PAD. Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, pemkab memiliki saham sebanyak Rp 250 miliar di Bankaltimtara. 

Dalam setahun, pemkab mendapatkan keuntungan atau profit yang lumayan untuk mendongkrak PAD. “Jumlahnya jika dikalkulasi masih kurang dari 10 persen,” ujar Syarwani, Kamis (14/10).

Profit yang diterima pemkab sebanyak Rp 10 miliar per tahun. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) 2021. Profit itu merupakan PAD dari penyertaan modal. Diharapkan, ketika kondisi keuangan pemkab membaik, maka perlu menambah penyertaan modal di Bank Kaltimtara.

“Kalau Bulungan ingin menambahkan sahamnya, tentu hal itu masih perlu dibahas lebih jauh. Termasuk dengan DPRD Bulungan, untuk mengambil keputusan bersama,” tutur Syarwani.  Selain Bank Kaltimtara, penyertaan modal juga dilakukan di Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Dalam ketentuannya pemkab telah mengeluarkan Perda terkait pernyataan modal di BPR. 

“Kalau keuntungannya, terakhir yang kita tahu tahun 2020 ada kurang lebih Rp 1 miliar. Keuntungan yang ada saat ini, masih cukup kecil hasil peningkatan profit masih terus diupayakan,” bebernya.

Sementara itu Pemimpin Cabang Bank Kaltimtara Tanjung Selor M Aidil Adha menegaskan, koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah tetap berjalan. Pihaknya mendukung untuk pengembangan dan pembangunan Bulungan lebih baik ke depannya. “Ini yang terus kita dorong. Kita sama-sama membangun Bulungan lebih baik,” singkatnya. (fai/uno)