TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan melalui Dinas Sosial dan Pembedayaan Masyarakat telah melaporkan data anak yatim yang orang tuanya meninggal dunia karena Covid-19.

Pelaporan dengan menginput data ke dalam aplikasi yang telah disiapkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos). Hasilnya, ada 12 anak yang dalam proses untuk mendapatkan bantuan untuk tahap pertama. 

“Sekarang yang sudah terproses di tahap pertama ada 12 anak,” ujar Pekerja Sosial Pendamping Anak Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Tarakan Yuanita Priskantari, Selasa lalu (12/10). 

Adapun realisasinya, Yuanita belum bisa memastikan karena menunggu informasi lebih lanjut dari Kemensos. Termasuk bantuan di tahap kedua. Sebelumnya, setelah menerima surat dari Kemensos terkait bantuan ini, pihaknya menindaklanjuti dengan melakukan pendataan. Di antaranya bekerjasama dengan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) untuk berkoordinasi kepada kelurahan. Guna meminta data anak yatim usia 0-18 tahun yang orang tuanya meninggal karena Covid-19. 

Menurut Yuanita, tidak ada persyaratan khusus. Hanya calon penerima bantuan bukan berstatus anak dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau TNI/Polri. Sementara itu, berdasarkan data yang diterimanya, anak yatim yang terdampak Covid-19 paling banyak di Kelurahan Kampung Enam mencapai 16 anak. 

Namun, pihaknya tidak langsung mengambil data itu begitu saja. Akan tetapi, ditindaklanjuti dengan melakukan assessmentke rumah calon penerima untuk melihat kondisi yang sebenarnya, layak dibantu atau tidak. 

Adapun untuk bantuan, berupa uang tunai yang diberikan per anak. Sehingga apabila dalam satu rumah ada tiga anak yang statusnya yatim karena terdampak Covid-19. Maka semua akan mendapatkan bantuan. “Semua dapat, karena yang kami data per anak,” tutupnya. (mrs/uno)