TANJUNG SELOR – Bank Indonesia membina Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kaltara agar mampu bersaing dan dapat go digital. Sudah ada 25 UMKM yang dibina Perwakilan BI Provinsi Kaltara. 

Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kaltara Tedy Arief Budiman, UMKM dibagi atas beberapa kelas. Mencakup subsisten, potensial, go digital dan go ekspor. Bahkan perlakuan dalam pembinaannya juga berbeda.

“Perlakuannya disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya potensial, dan pelaku UMKM kesulitan dalam permodalan. Kita akan mengupayakan dengan menghubungkan lembaga keuangan,” terangnya, Rabu (13/10).

Perwakilan BI Provinsi Kaltara memberikan pelatihan, agar UMKM bisa membuat pembukuan dengan baik. Sehingga, ketika perbankan memberikan modal, mudah dalam melakukan analis. Untuk menghadapi persaingan pasar global saat ini tidaklah mudah, karena produk UMKM akan bersaing dengan produk negara lain. 

Peningkatan dan jangkauan akses UMKM terhadap jasa keuangan sangat dibutuhkan, untuk menghadapi persaingan tersebut. Sehingga pengembangan UMKM tidak luput dari kontribusi pembiayaan. Dari perbankan dan lembaga keuangan lainnya, yang masih memiliki keterbatasan informasi. 

“Begitu juga untuk UMKM go ekspor. Kita lakukan perlakuan yang berbeda, seperti kemasannya,” ujar Tedy.

Berdasarkan data yang ada, sudah 16 UMKM go digital. Kemudian satu UMKM yang go ekspor, yakni kepiting soka. Sebelum masuk ekspor, pihaknya melakukan kurasi produk UMKM. Hal itu dilakukan sebagai upaya penyelesaian permasalahan kualitas produk yang masih belum sesuai standar ekspor. Kurasi dilakukan bersama dengan Industri Kreatif Syariah (IKRA) Indonesia. (fai/uno)