TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan segera membuka Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah. Jika status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) telah turun dari Level 4 ke Level 3. 

Kondisi kasus Covid-19 di Tarakan saat ini sudah terkendali. Hanya tinggal memenuhi capaian vaksinasi menuju herd immunity. Untuk mencapai itu, Pemkot Tarakan sedang melaksanakan vaksinasi massal hingga dua pekan ke depan. Termasuk sasarannya pelajar usia 12-17 tahun. 

Sedangkan untuk persiapan melaksanakan PTM, Pemkot Tarakan telah melakukan assessmentterhadap sekolah yang mengajukan permohonan PTM. Selain itu, tenaga pendidik atau guru dan tenaga kependidikan telah divaksin dan saat ini dilakukan swab antigen. 

Adapun pembukaan PTM nantinya diikuti dengan upaya antisipasi kemungkinan terjadinya klaster sekolah. Wali Kota Tarakan Khairul yang juga Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan dan Penanganan Covid-19 Tarakan memberikan skenarionya. 

Menurut Khairul, jika nantinya dalam satu sekolah ditemukan ada siswa atau guru yang terpapar Covid-19, Maka pihaknya tidak langsung menutup sekolah tersebut. Tapi, Pemkot Tarakan akan melakukan swab antigen terhadap semua siswa dan guru. Yang positif tanpa gejala ataupun gejala ringan diminta lakukan isolasi mandiri di rumah. Sambil mengikuti pembelajaran secara daring. Yang negatif tetap masuk. 

“Nanti akan kita pisahkan. Misalnya ada siswa yang positif, ya kita swab semua. Yang positif dengan gejala ringan bisa secara daring di rumah belajarnya,” tutur Khairul, Senin lalu (11/10). 

Kebijakan itu sudah diterapkan di lingkungan Pemkot Tarakan selama ini. Jika ada pegawai yang terpapar Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan, diminta lakukan karantina di rumah. Sedangkan yang bergejala berobat ke rumah sakit. Adapun yang tidak terpapar tetap masuk kerja. 

Khairul meminta masyarakat tidak perlu lagi khawatir jika terjadi lonjakan kasus. Karena secara teori, lonjakan kasus kemungkinan masih akan terjadi sampai benar-benar tercapai herd immunity. Terpenting, mesti terjadi lonjakan kasus jangan sampai mempengaruhi aktivitas masyarakat. 

Menurut Khairul, Pemkot Tarakan sudah melakukan assessment terhadap sekolah yang mengajukan PTM. Dengan mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri. Hasilnya hampir 100 sekolah telah mendapatkan izin melaksanakan dan menjadi prioritas jika sudah dibuka lagi PTM. Sementara sekolah lainnya akan menyusul. Adapun untuk tingkat SMA, diserahkan kepada Satgas Provinsi Kaltara untuk menilainya.(mrs/uno)