BANYAK pelajar yang khawatir akan kebersihan lingkungan sekitarnya. Akan tetapi, belum memiliki keberanian untuk menyampaikan aspirasinya kepada pihak terkait. 

Namun Adinda Ramadhani justru menunjukkan keberaniannya, dengan lakukan hearing bersama DPRD Tarakan. Ia memenuhi undangan hearing yang diagendakan wakil rakyat di Bumi Paguntaka itu pada Selasa lalu (12/10), menindaklanjuti permohonan Adinda Ramadhani sebelumnya.

Dihadapan Komisi II DPRD Tarakan, siswi Kelas XII SMA Muhammadiyah Tarakan itu menyampaikan kekhawatirannya akan sampah. Ia mengajak wakil rakyat dan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan melalui dinas terkait untuk bersama-sama menangani persoalan sampah.

“Masalah sampah kita di kota kecil ini tak juga kunjung usai. Makanya Dinda komitmen untuk berkontribusi sama-sama, ayo kita kelola sampah,” ajaknya. 

Dinda menginginkan ada tindakan nyata di lapangan. Karena jika hanya dengan pelatihan, menurutnya sudah sering diberikan. Akan tetapi, kurang memicu kesadaran masyarakat.

Dalam hearing itu, Dinda menyinggung aturan yang dibuat pemerintah daerah terkait pengelolaan sampah. Selain itu, ia juga membeberkan alasannya mengangkat persoalan sampah demi kehidupan generasi yang akan datang. Dinda pun menyampaikan solusinya terkait penanganan sampah.  

“Sampah adalah warisan dari generasi sebelumnya kepada generasi Dinda. Kemudian kelak Dinda enggak mau kalau sampah ini diturunkan ke generasi selanjutnya. Setidaknya kalaupun sampah ini tidak bisa dihabiskan, kan bisa diminimalisir,” ungkapnya.  

Menurut Dinda, daerah yang banyak dijumpai sampah seperti daerah pesisir. Dimana walapun sudah dilakukan kegiatan memungut sampah, tetap saja ada. Salah satu di antara penyebabnya, masih kurang sadarnya masyarakat dalam membuang sampah. 

Menurut Dinda, sebenarnya alat pengelolaan sampah sudah ada di Tarakan. Akan tetapi menjadi benda berkarat. Karena itu melalui hearing ini Dinda ingin membuka pandangan para pemangku kepentingan. Untuk bersama-sama menghidupkan kembali pengelolaan sampah. 

Dinda menilai, Pemkot Tarakan sudah memberikan perhatian akan persoalan sampah dengan terbitnya Peraturan Wali Kota (Perwali) dan memfasilitasi alat pengolahan sampah. Hanya saja, Dinda menginginkan adanya perhatian lebih. Karena ada masyarakat secara pribadi yang peduli akan sampah, namun kurang mendapat perhatian. 

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi II DPRD Tarakan Yusuf Middu menilai memang perlu ada kebijakan pemerintah daerah untuk peduli terhadap sampah.

“Kita melihat kondisi sampah yang ada, khususnya di pesisir itu memang perlu ada kebijakan pemerintah. Dalam upaya untuk kepedulian terhadap sampah,” tuturnya.

Dari pertemuan itu, Yusuf menilai perlu ada kajian yang mendalam untuk mengetahui sejauhmana tingkat pemanfaatan dari yang dilakukan. Selain itu perlu ada pembinaan dari dinas terkait terhadap pengelola sampah. (mrs/uno)