TANJUNG SELOR – Di Kabupaten Bulungan, masih banyak adanya backlog perumahan. Sesuai catatan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Bulungan, ada 3.000 backlog atau kekurangan rumah. 

Sekretaris DPRKP Bulungan Ratna Sari Ningsih menilai jumlah itu cukup tingg. Mengingat, banyak keluarga yang belum memiliki rumah.

“Backlog kita ini tinggi dan tersebar. Baik di kota maupun desa. ini yang masih kita upayakan,” jelas Ratna, Minggu lalu (10/10).

Tingginya jumlah backlog, diperoleh dari data yang disurvei pemkab. Bahkan, masih ada beberapa keluarga yang tinggal di satu rumah. Sebagai contoh, lanjut Ratna, dalam satu rumah terdapat dua atau tiga kepala keluarga (KK). Hal itulah yang menjadi dasar untuk mendata backlog. 

“Seharusnya, masyarakat bisa memiliki masing-masing rumah. Namun kembali lagi kepada masing-masing keluarga. Karena biasanya dalam satu rumah ada beberapa keluarga,” tuturnya.

DPRKP pun mendorong para pengembang dapat membangun perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Salah satu bentuk dukungan yang diberikan, dengan memberikan insentif. Seperti perizinan yang mudah, hingga adanya usulan bantuan pembangunan prasarana sarana dan utilitas umum (PSU). 

Pada tahun ini, setidaknya terdapat 22 perumahan MBR yang dibangun oleh 16 pengembang. Untuk pembangunan MBR, perizinan IMB dipermudah dan dipersingkat. Menurutnya, dengan harga yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, maka perumahan MBR sangat diminati masyarakat. 

DPRKP pun optimis, dengan program perumahan MBR dan luasan lahan yang dimiliki Bulungan. Maka angka backlog dapat ditekan.(fai/uno)