BANGKA BELITUNG –Saat Munas II Asosiasi Pemerintah Kepulauan dan Pesisir Indonesia (Aspeksindo), Gubernur Kalimantan Utara Drs H Zainal Arifin Paliwang SH M.Hum memaparkan masalah yang dihadapi Indonesia, khususnya di perairan Kaltara. 

Menurut Gubernur, masalah perairan yang kerap menjadi pembahasan terkait perbatasan negara. Termasuk hilangnya pulau-pulau kecil dan perencanaan tata ruang yang masih berbasis daratan. Potensi sumber daya alam bawah laut terutama di perbatasan saat ini menjadi incaran negara-negara maju.

“Hal ini perlu diatasi pemerintah serta partisipasi masyarakat. Untuk mencapai Indonesia yang utuh dan berdaulat, sebagai negara maritim di mata internasional,” kata Gubernur. 

Gubernur memberi contoh di Kaltara, secara umum karakter wilayah perbatasan terbagi dua yakni perbatasan pedalaman dan pesisir. Keduanya, memiliki cara penanganan yang berbeda, disesuaikan dengan kondisi riil yang dihadapi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara. 

“Hal ini merupakan tantangan besar bagi Pemprov Kaltara dalam menghindari kerugian negara serta menguatkan tekad sebagai NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” jelas Gubernur. 

Menurut Gubernur, ada beberapa penanganan yang menjadi solusi untuk memecahkan persoalan di perbatasan. Dari sisi geografis, sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Pembangunan pulau-pulau terluar dapat berfungsi ganda, yakni sebagai pertahanan dan keamanan. Seperti dari praktik penyelundupan senjata, barang-barang ilegal, narkoba dan pencurian hasil laut. 

Sedangkan dari sisi ekonomi, berupa peluang untuk dikembangkan sebagai wilayah potensial berbasis industri sumber daya. Misalnya, industri perikanan, pariwisata bahari dan industri. Dari fungsi ekologi, seperti pengatur iklim global. Kaltara memiliki Taman Nasional Kayan Menyatang yang menjadi paru-paru dunia dengan luas jutaan hektare. 

Jika itu dikelola dengan maksimal akan menjadi sumber energi alternatif dan sistem penunjang lainnya. “Perlu dilakukan pengelolaan dan pengamanan yang baik. Terlebih melihat posisi strategis Indonesia yang diapit dua benua dan samudera,” ungkap Gubernur. 

Melalui Munas II ini, Gubernur berharap komitmen Aspeksindo dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat kepulauan dan pesisir Indonesia. Khususnya menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. (adpim)