KAPALmilik Sanusi yang pecah di hantam gelombang laut beberapa hari lalu, kini sudah mendapatkan gantinya. Berkat bantuan dari masyarakat yang peduli akan nasibnya. 

Sebelumnya di kapal yang pecah itu, menjadi tempat tinggal dan alat mencari makan Sanusi sehari-hari. Sanusi mendapatkan kapal hasil penggalangan dana sekira Rp 13 juta dan Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kalimantan Utara (Kaltara) Rp 7 juta lebih. Total yang terkumpul mencapai Rp 20 juta. 

“Kami doakan semua bantuan bapak dan ibu insya Allah menjadi pahala di hari kemudian. Insya Allah barang (kapal) ini akan menjadi tempat ketergantungan beliau (Sanusi) mencari nafkah,” ujar Ketua KNTI Kaltara Rustan, Minggu (10/10). 

Kapal bekas yang dibeli dengan harga Rp 17 juta memiliki panjang kurang lebih 12 meter. Meski sudah dipakai, namun Rustan menjamin kapal tersebut masih layak jalan dan bisa digunakan hingga beberapa tahun ke depan.

“Sebetulnya yang punya kapal tak mau jual. Cuma kebetulan beliau datang ke rumahnya, kemudian merasa iba,” tuturnya. 

Sementara itu, Sanusi hanya bisa mengungkapkan rasa terima kasih kepada masyarakat yang sudah membantu membelikan kapal untuknya. 

Kapal itu nantinya akan digunakan Sanusi untuk pergi melaut. Akan tetapi, ia tidak akan tinggal lagi di kapal karena usia yang sudah tua. “Mungkin sudah tidak, akan tinggal sama anak. Kecuali kalau besar ombak baru bisa masuk lagi perahu jaga-jaga,” singkatnya.(mrs/uno)