TIDENG PALE – Bupati KTT Ibrahim Ali menyampaikan tantangan di era digital saat ini semakin besar dan telah menyentuh semua bidang kehidupan. 

Hal itu diungkapkan Bupati saat menjadi narasumber webinar nasional pendidikan dan launching Platform Sahabat Guru. Bidang tersebut seperti pendidikan, politik, pemerintahan, ekonomi, sosial dan budaya. Menghadapi tantangan tersebut, kata Bupati, literasi digital menuju masyarakat cakap digital menjadi hal yang perlu dilaksanakan. 

“Jadi, literasi digital ini bukan hanya menutut penguasaan teknologi. Tetapi mampu bermedia digital, dengan penuh tanggung jawab,” ujar Bupati, belum lama ini. 

Diakui Ibrahim, persoalan dan tantangan itu terjadi juga dalam penyelenggara pemerintahan. Untuk memberikan literasi kepada masyarakat dengan menyiapkan human resourcedigital. Demi terciptanya masyarakat yang cakap teknolgi digital. Khususnya di bidang pendidikan, tantangan utama guru di era kemajuan teknologi saat ini salah satunya menciptakan dan menghasilkan lulusan yang berkualitas. Serta berdaya saing tinggi dan berkompeten pada semua bidang. 

“Era digital seperti saat ini, dituntut untuk mencetak lulusan yang berkemampuan dalam menyelesaian masalah kompleks, berpikir kritis, analitis, dan berkarakter serta berakhlak mulia,” harap Bupati. 

Bahkan, organisasi Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) berkomitmen mendukung para tenaga pengajar di daerah dalam penguasaan teknologi informasi. Dalam perspektif pendidikan, guru sebagai komponen utama harus mampu beradaptasi dengan metode pendidikan yang baru. 

“Tenaga pengajar perlu cakap digital. Harus memiliki pola pikir yang tumbuh dan terbuka, bisa beradaptasi dengan memanfaatkan platform pendidikan,” ungkap Bupati. 

Fase perubahan era digital mengharuskan para guru dituntut menguasai teknik pembelajaran jarak jauh. Termasuk menguasai metode mengajar yang baru dan dinamis. Menurut Bupati, selama 10 tahun terakhir APKASI dan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara telah melatih lebih dari 160 ribu tenaga pendidikan di 180 daerah di TanaH Air. (*/mts/uno)