TARAKAN - Sempat dikabarkan hilang, dua orang nelayan asal Kabupaten Bulungan ditemukan oleh tim SAR gabungan di sekitar perairan Pulau Lentimun, Tanjung Palas sekira pukul 10.30 Wita, Sabtu (9/10). Diduga akibat kerusakan mesin, korban bernama Wendy (38) dan Adi (27) terombang-ambing di laut.

Kepala Kantor SAR Tarakan Amiruddin mengatakan, salah seorang keluarga menghubungi korban pada, Jumat (8/10). Sekitar pukul 19.00 korban menghubungi keluarga bahwa sedang tersesat di Pulau Lentimun, Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan.  “Setelah itu pihak keluarga tidak dapat menghubungi kembali korban. Kami terima info pukul 05.40 Wita. Tim langsung berangkat pukul 06.05 Wita," katanya.

Setelah itu, tim SAR menuju lokasi kejadian perkara sejauh 28,96 Nautical Mile (NM). Dengan jarak tempuh 2 jam 30 menit dari kantor SAR Tarakan menuju LKP. Tepat 08.35 Wita tim SAR berkoordinasi dengan potensi SAR di LKP. “Awalnya kedua korban ini hendak menuju pertambakan di daerah Selayur, Tanjung Selor. Tapi belum sampai, mereka tersesat di perairan itu," jelasnya.

Namun pada pukul 09.30 Wita, tim SAR gabungan menerima informasi penemuan korban. Kondisi korban saat ditemukan dalam keadaan selamat dan sehat di sekitar perairan Pulau Lentimun Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan. "Titik koordinat ditemukan, 3°06'41.89"N117°53'49.73"E atau sekitar 14 NM dari LKP ke arah selatan," ungkapnya.

Pengakuan korban, lanjut Amiruddin, kapal jenis ketinting yang digunakan mengalami kerusakan pada mesin. Sehingga keduanya terombang-ambing di tengah laut. Setelah korban berhasil ditemukan, langsung dilakukan evakuasi di Pulau Selayu, Kabupaten Bulungan dan diserahkan ke pihak keluarga.

Dalam proses pencarian, tim SAR gabungan terdiri dari Kantor SAR Tarakan, Ditpolairud Polda Kaltara dan masyarakat tidak mengalami hambatan. Hanya saja cuaca cukup cerah. "Setelah itu tim gabunhan melakukan debrieging evaluasi dan dilanjutkan operasi diusulkan untuk ditutup," imbuhnya. (*/har)