TARAKAN – Meskipun masih dalam kondisi pandemi Covid-19 dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4, ekonomi Tarakan tahun ini tumbuh cukup baik dibandingkan tahun lalu. 

Wali Kota Tarakan Khairul membeberkan secara tahunan, ekonomi Tarakan pada triwulan kedua tahun ini tumbuh di angka 6,03 persen, dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan dibandingkan dengan triwulan satu, terjadi petumbuhan 2,26 persen. 

“Sebenarnya pertumbuhan ekonomi kita sudah cukup bagus. Harapan kita mudah-mudahan nanti year on year di akhir tahun bisa diangka 7,” harap Khairul kepada awak media, kemarin (8/10). 

Pemkot Tarakan bersama stake holder yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus menjaga. Agar roda ekonomi di Bumi Paguntaka tetap berputar dan tumbuh dengan baik. Di antaranya menjaga tidak terjadi inflasi yang tinggi.

Menurut Khairul, inflasi Tarakan hingga saat ini masih terkendali. Bahkan pada September mengalami deflasi. Namun demikian, tetap perlu diantisipasi. Salah satu yang mendapat perhatian serius dari TPID Tarakan, berkaitan harga tiket pesawat. Seiring mulai dilonggarkannya PPKM di Jawa, Bali dan beberapa daerah di Indonesia. Sehingga memungkinkan masyarakat untuk bepergian ke daerah destinasi wisata. Ditambah dengan akan masuknya momentum Natal dan Tahun Baru. 

“Hasil pantauan kita, harga tiket pesawat mulai naik. Biasanya akan menjadi penyuplai inflasi sampai dengan Desember,” ungkapnya. 

TPID Tarakan telah menggelar Hight Level Meeting, membahas inflasi di ruang kerja Wali Kota Tarakan, Jumat (8/10). Tim telah meminta kepada pihak Bandara Juwata Tarakan untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan penumpang. Seperti kemungkinan menambah penerbangan. 

Namun menurut Khairul, kebijakan itu sangat tergantung pada penawaran dan permintaan (supply and demand). Selain tiket pesawat, stok sembako menjadi perhatian. TPID Tarakan sedang memetakan kondisi stok sembako untuk mengantisipasi kebutuhan sampai Natal dan Tahun Baru, agar tidak terjadi lonjakan harga. TPID sudah menugaskan Perum Bulog dan Perumda Tarakan Aneka Usaha, untuk menjadi penyangga mengantisipasi lonjakan harga. (mrs/uno)