TARAKAN – Sensus penduduk tahun 2020 telah dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS). Namun, adanya pandemi Covid-19 yang terjadi tahun lalu, merupakan tantangan bagi BPS. 

Menurut Koordinator Fungsi Statistik Sosial BPS Tarakan Kiki Darmayanti, pelaksanaan sensus dilakukan dengan dua cara, yakni online dan wawancara. Sensus secara online dilakukan periode Maret hingga April. Setelah itu, ditindaklanjuti dengan sensus di lapangan. Untuk mendata masyarakat, yang sudah disensus dan belum, agar tidak ada yang terlewatkan. 

“Kendalanya karena pas awal pandemi, harusnya sensus pada Mei lalu. Tapi, Maret pada 2019 lalu sudah pandemi,” terang Kiki kepada awak media, Rabu lalu (6/10).

Namun, pelaksanaan sensus di lapangan tetap terlaksana dengan bantuan Ketua Rukun Tetangga (RT). Kecuali jika Ketua RT ragu, baru BPS mencari orang-orang tersebut di lapangan.

Karena pandemi Covid-19 mendapatkan data sensus penduduk yang terbatas. Pasalnya, tidak bisa lama-lama bertemu responden. Namun, BPS tetap menerbitkan hasil dari sensus penduduk. Seperti jumlah penduduk, jumlah laki-laki dan perempuan dan data lainnya. 

Berdasarkan data yang dihimpun dari website BPS, hasil Sensus Penduduk pada September 2020 mencatat jumlah penduduk 270,2 juta jiwa, bertambah 32,56 juta jiwa dibandingkan hasil sensus penduduk 2010. Sedangkan luas daratan Indonesia 1,9 juta km2, maka kepadatan penduduk Indonesia 141 jiwa per km2. 

Adapun laju pertumbuhan penduduk per tahun selama 2010-2020 rata-rata 1,25 persen. Melambat dibandingkan periode 2000-2010 yang sebesar 1,49 persen. Tahun ini, semestinya BPS lakukan sensus lanjutan untuk mendata secara detail. Akan tetapi, karena pandemi Covid-19 yang sempat tinggi, sehingga ditunda. 

“Kami sudah rekrutmen dan umumkan petugasnya. Tapi tiba-tiba anggarannya ditarik Kemenkes, karena untuk penanganan pandemi,” tuturnya. 

Pelaksanaan sensus lanjutan ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan. Terlepas rencana sensus lanjutan itu, BPS akan melaksanakan tahapan pra pemutakhiran dari hasil sensus penduduk pada bulan ini. Petugasnya diambil dari yang lulus rekrutmen. Akan tetapi, jumlahnya hanya 37 orang ditambah pengawas 9 orang. (mrs/uno)