TANJUNG SELOR – Pelaksanaan Festival Sungai Kayan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) ketat. Mengingat, Kabupaten Bulungan saat ini masih menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4. 

Hal itu ditegaskan Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Bulungan Syarwani. Pria yang juga Bupati Bulungan ini mengatakan, Festival Sungai Kayan itu untuk meramaikan Hari Jadi Kota Tanjung Selor dan Kabupaten Bulungan. Dijadwalkan digelar pertengahan Oktober nanti.

“Kita sampaikan kepada seluruh panitia dan peserta, bahkan seluruh masyarakat Bulungan. Untuk Festival Sungai Kayan kita gelar sesuai standar prokes yang telah ditetapkan pemerintah,” tegas Syarwani, kemarin (6/10). 

Prokes ketat, seperti pemeriksaan suhu tubuh, menjaga jarak dan menggunakan masker. Bahkan, dalam perhelatan festival tersebut akan dibantu Satgas Covid Bulungan. Agar acara ini dapat terlaksana sesuai prokes. 

Menurut Syarwani, agar tidak terjadi kerumunan di satu titik, maka ada pembatasan oleh pihak panitia. Misalnya, untuk jumlah penonton. Festival Sungai Kayan menghadirkan dua lomba, yakni Balap Ketinting dan Lomba Perahu Dayung. 

Untuk balap ketinting, kata Syarwani, memperlombakan speed ketinting kelas 5,0 - 6,0 Hp dan kelas 13 - 17 Hp perorangan putra. “Untuk penyisihannya kita mulai pada 16 Oktober dan finalnya 17 Oktober,” sebut mantan Ketua DPRD Bulungan ini.

Untuk lomba perahu dayung, dijadwalkan 16 Oktober dengan sistem beregu. Satu regu terdiri dari 20 orang. Festival Sungai Kayan bakal digelar di areal Pelabuhan VIP. Festival ini pun terbuka untuk seluruh masyarakat Bulungan. (uno2)