TARAKAN –Atlet balap motor Kaltara Fitriyadi mendapat penalti saat ajang babak kualifikasi (QTT) PON XX Papua di Merauke, Selasa (5/10). Mengakibatkan Fitriyadi harus berada di urutan ke 21. Dengan mencatatkan waktu selesai lintasan terbaik 1,17181 menit.

Jelang garis finish, Fitriyadi tidak mampu menyalip Dika, hingga berada di posisi 21. Akhirnya Fitriyadi mencatatkan waktu best speed 83,958 dan total time 19.16440 menit. Menanggapi hasil itu, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kaltara Sulis Krisbowo mengatakan, dalam balap motor kali ini klasifikasi sepeda motor masih standar.

Balapan kali ini hanya tergantung pada keahlian atlet saat menunggangi kuda besinya. “Saat menikung dan melintasi track tergantung teknik pembalap. Termasuk hasilnya. Motor memang tidak terlalu berpengaruh,” jelasnya.

Pria yang juga merangkap Ketua Kontingen Kaltara di Merauke ini mengakui, pembalap Kaltar berada diurutan ke 21. Disusul diurutan terakhir pembalap asal Gorontalo, Mohammad Ces Musa. “Sebenarnya kita terbaik 18. Tapi karena kena penalti 5 detik dan otomatis diurutan terakhir,” ungkapnya.

Ia mengakui, laga race resmi nantinya akan berat. Namun dalam balap motor masih ada kendala pembalap lain. Diantaranya faktor keahlian dan masalah sepeda motor. “Semua bisa terjadi kalau pembalap sudah di posisi depan. Mungkin kendala di motor atau terjatuh,” imbuhnya.

Mesti begitu, pihaknya patut bersyukur dengan masih mengikuti ajang pesta olahraga terbesar se Indonesia. “Alhamdulilah kita masih bisa ikut QTT dan melanjutkan race besok (hari ini, Red),” pungkasnya. (adv/sas/uno)