TANJUNG SELOR – Produksi beras yang ada di Kabupaten Bulungan masih dalam upaya ditingkatkan. Salah satu beras lokal merk Kaltara, saat ini telah banyak dijual dipasaran. 

Beras yang digarap para petani Desa Sajau Hilir, Kecamatan Tanjung Palas Timur dinilai masih sulit untuk bersaing dengan beras dari luar Kaltara. Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua I DPRD Bulungan Aluh Berlian meminta, agar beras lokal yang sudah memiliki merk Kaltara dan Lemlai Suri dapat didaftarkan merknya. Dalam hak atas kekayaan intelektual (HAKI), agar mampu bersaing dengan beras dari luar Kaltara. 

“Kalau sudah terdaftar, tak bisa diambil siapapun. Itu jadi hak paten dan beras kita harus mampu bersaing,” terang politisi Partai Golkar tersebut, belum lama ini. 

Di Desa Sajau Hilir, mayoritas penduduk bekerja sebagai petani. Hasil panennya dijual ke Dinas Pertanian, yang dibeli sudah dalam bentuk gabah Rp 3.500 per kilogram. Termasuk menjual dalam bentuk beras dengan harga Rp 10 ribu, kepada warga yang ingin dijual kembali atau sekadar dikonsumsi sendiri. 

Menurut Aluh, beras lokal memiliki kualitas sangat baik. Sehingga diyakini mampu bersaing, apalagi saat ini promosi yang dilakukan pemerintah daerah terus gencar dilakukan. 

“Bisa kita lihat kalau ke toko-toko sudah ada yang menjual beras Kaltara. Belum lagi ketika ada acara pameran produk UMKM. Ada terlihat beras Kaltara dan Lemlai Suri,” tuturnya. (*/nnf/uno)