TANJUNG SELOR – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memanfaatkan media sosial (medsos) seperti Facebook atau Instagram, untuk mempromosikan produknya. 

Di masa pandemi saat ini, pelaku UMKM harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar bisnisnya tetap berjalan. Menurut Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disprindakop) Kaltara Hasriyani, dalam mempromosikan produk di media sosial, hasil foto setidaknya dibuat semenarik mungkin. 

“Pelaku usaha harus bisa membuat sebuah foto makanan, agar menarik minat konsumen untuk mencobanya. Khususnya produk itu merupakan kuliner,” ujar Hasriyani, kemarin (26/9). 

Namun, untuk menghasilkan foto yang menarik sebuah produk makanan tidak mudah. “Beberapa hari lalu kita adakan bimtek para UMKM, semacam food photography. Saya perhatikan memang agak sedikit sulit. Karena ternyata pencahayaan dari kanan-kiri, atas-bawah, itu berpengaruh terhadap makanan yang kita mau ambil gambarnya,” ungkapnya.

Hasriyani mengatakan, saat ini pelaku UMKM mau tidak mau harus belajar memanfaatkan gawai yang dimiliki untuk mendapatkan hasil foto produk yang bagus. Namun tidak cuma gambar, rasa makanan atau produk juga tetap tidak boleh dilupakan. Untuk ukuran, pelaku UMKM kuliner tidak boleh memperlihatkan ukuran yang tidak benar. 

Menurutnya, saat ini tidak jarang pembeli produk makanan yang kecewa karena ukuran barang berbeda atau lebih kecil dibandingkan hasil foto. (*/nnf/uno)