TARAKAN - Pengerjaan Embung Indulung yang memiliki luasan 2,62 hektare sudah rampung. Tersisa pemasangan Instalasi Pengolahan Air (IPA), yang rencananya akan dipasang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Tarakan. 

Embung Indulung ini memiliki daya tampungan air efektif mencapai 123 ribu meter kubik. Embung Indulung akan melayani pendistribusian air bersih untuk daerah Tarakan Timur. Seperti daerah Binalatung, Pantai Amal Lama, Pantai Amal Baru, Tanjung Batu hingga Tanjung Pasir. 

“Terealisasinya pembangunan embung ini, merupakan usulan kita. Sebagai upaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Tarakan,” terang Direktur Perumda Air Minum Tirta Alam Tarakan Iwan Setiawan, kemarin (24/9). 

Anggaran yang disiapkan untuk pembangunan embung, intake dan jaringan pipa mencapai Rp 168 miliar. Tahun ini, rencananya embung tersebut sudah bisa mendistribusikan air bersih. Apabila terealisasi, maka sudah bisa menyelesaikan masalah distribusi air di wilayah Tarakan Timur. 

Sumber distribusi airnya diambil dari air baku Sungai Indulung. Sedangkan air baku yang ada di Embung Indulung dijadikan sebagai cadangan. Baru akan digunakan ketika terjadi penurunan jumlah air baku dari Sungai Indulung. Air baku Sungai Indulung bersumber dari hutan lindung yang ada di Kota Tarakan. 

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada musim kemarau, air baku di Sungai Indulung tetap mengalir normal. “Sungai diperkirakan memiliki kapasitas di atas 200 liter per detik. Jadi, kalau air baku dari Sungai Indulung kurang, kita tinggal ambil dari Embung Indulung,” tuturnya. 

Air baku Sungai Indulung juga dimanfaatkan sebagai cadang air baku, untuk Embung Binalatung Kampung Satu. Penyelesaian pipa untuk distribusi air baku dari Sungai Indulung ke Embung Binalatung Kampung Satu, sudah selesai terpasang. Pipa berdiameter 60 sentimeter, sepanjang 11 km dari Sungai Indulung tersambung ke Embung Binalatung Kampung Satu. 

“Pengoperasian Embung Indulung, nantinya mendistribusikan air baku ke Embung Binalatung Kampung Satu. Sekarang prosesnya tinggal menunggu aliran listrik,” ujarnya.(sas/uno)