TARAKAN – Hanya karena persoalan sepele, empat pelaku lakukan aksi penganiayaan terhadap korban berinisial EL. Yang terjadi di Jalan Pangeran Aji Iskandar RT 19, Kelurahan Juata Laut, sekira pukul 13.15 Wita, Rabu lalu (22/9). 

Korban yang berusia 19 tahun tersebut saat ini masih menjalani perawatan insentif di Rumah Sakit Bhayangkara karena luka tusuk dibagian perut. Kejadian bermula saat korban tengah bekerja mengangkut pasir untuk membangun rumah kerabatnya. Lantas, datang dua orang yang mengendarai sepeda motor sambil memainkan gas.

“Saat kejadian, korban menegur pelaku yang mengendarai motornya sambil memainkan gas. Terjadilah cekcok mulut dan berlanjut perkelahian tangan kosong. Tapi dua pelaku kalah karena korban memiliki postur tubuh besar,” terang Kapolsek Tarakan Utara AKP Kistaya, Kamis (23/9). 

Merasa tak terima, kedua pelaku pun pulang ke rumah mengambil badik dan datang kembali bersama dua orang temannya lagi. Sesampainya di tempat korban bekerja, keempat pelaku mengeroyok korban. Saat terjadi perkelahian tersebut, salah satu pelaku menikam korban menggunakan sebilah badik.

Melihat korban tersungkur, keempat pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor. Menurut keterangan saksi, saat kejadian ia berada jauh dari lokasi perkelahian. Sehingga tidak bisa melerai atau membantu korban yang sedang dikeroyok empat orang. “Pas saksi lihat kejadian, terus berlari dan menolong korban untuk dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. Kami juga langsung mencari identitas pelaku yang melarikan diri ke arah Juata Korpri,” ungkapnya.

Salah seorang pelaku berinisial JD yang diamankan pertama kali di Kelurahan Juata Permai. Saat hendak mengamankan tiga orang pelaku lainnya, dari pihak keluarga meminta agar datang dan dikawal ke Polsek Tarakan Utara. Namun, untuk badik yang digunakan menikam maupun barang bukti lain seperti sepeda motor dan pakaian masih proses pengumpulan barang bukti. 

“Kami berikan pemahaman kepada pihak keluarga. Empat pelaku yang kita amankan, masing-masing berinisial PU, OJ, JD dan ON. Dua masih berusia dibawah 18 tahun, sehingga harus secepatnya menyelesaikan berkasnya,” ujarnya. 

Untuk kondisi korban baru saja menyelesaikan operasi menutup luka robek di bagian perut sebelah kanannya. “Sudah sadar, bisa juga kita ajak komunikasi. Cuma masih dalam perawatan medis. Jadi kami pelan-pelan meminta keterangan dari korban,” pungkasnya. (sas/uno)