TARAKAN – Tiga hari hilang sejak dilaporkan melompat ke laut di perairan Tanjung Pasir pada Kamis malam lalu (16/9), Hamzah akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Minggu (19/9). 

Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan melaporkan korban ditemukan tim gabungan Minggu pagi di sekitar perairan Tanjung Pasir atau 4,11 NM (nautikal mile). Dari Lokasi Kejadian Perkara (LKP) ke arah Utara.

“Kami mendapat informasi dari tim di lapangan pada pukul 08.45 Wita. Penumpang atas nama Hamzah yang tiga hari lalu tenggelam karena melompat dari kapal berhasil ditemukan dalam kondisi MD (meninggal dunia),” terang Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan Amiruddin, Minggu (19/9). 

Amiruddin membeberkan saat ditemukan dalam kondisi terapung. Selanjutnya dievakuasi ke darat melalui Pelabuhan Tengkayu II (pelabuhan perikanan). 

Dari video evakuasi yang direkam Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan, keluarga korban ikut dalam ambulans Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan menuju RSUD Tarakan untuk dilakukan autopsi. 

Hamzah merupakan salah satu penumpang Kapal Motor (KM) Safina II, yang menjadi tempat insiden perkelahian pada Kamis malam. 

Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Tarakan Ipda Alfian Yusuf juga membenarkan adanya seorang penumpang KM Safina II, yang melompat ke laut ketika peristiwa itu terjadi. 

“Waktu masih di Tanjung Pasir kapal masih berjalan. Ada satu orang yang merasa ketakutan akhirnya melompat,” ujar Alfian, Jumat lalu (17/9). 

Dari insiden perkelahian itu, 5 penumpang tertusuk senjata tajam dan terpaksa mendapatkan perawatan di RSUD Tarakan. Sementara tersangka sudah diamankan KSKP Tarakan. 

KM Safina II bertolak dari Toli-toli menuju Tarakan pada Selasa (14/9) malam. Perkelahian terjadi saat kapal berada perairan Tanjung Pasir sekira pukul 20.21 WITA. Saat itu, sejumlah penumpang lagi minum miras di buritan kapal. 

“Ada berapa orang minum minuman keras. Kemudian si tersangka ini ditawari minum oleh salah seorang penumpang yang sedang minum,” ungkap Alfian. 

Karena si tersangka tidak minum, ia pun menolak tawaran tersebut. Akan tetapi, penolakannya justru membuat tersinggung salah seorang penumpang yang menawarkan.

Cekcok antara tersangka dan penumpang yang minum miras pun terjadi. Karena kesal, tersangka mengambil sebuah senjata tajam yang disimpan di tasnya. Saat kejadian, kondisi gelap gulita dan tidak didukung penerangan di kapal yang kehabisan bensin. 

“Tersangka secara membabi buta, yang ada di depannya itu ditusuk. Itu sebuah perlawanan dari tersangka,” ungkapnya. (mrs/uno)