TANJUNG SELOR – Produk lokal UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) Kabupaten Bulungan akan merambah kancah internasional. Seiring rencana Koperasi Bumiputera Brunei Berhad membuka minimarket di Brunei Darussalam. 

Produk yang akan dipasarkan di Brunei, sebelumnya harus ada dukungan dari pemerintah daerah asal produk UMKM. Lalu produk diseleksi Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disprindagkop) kabupaten serta memiliki sertifikat halal. 

“Harus ada dokumen pendukung seperti sertifikat halal. Higienis produk UMKM tentu jadi salah satu faktor, dan itu berupa produk makanan dan minuman ringan,” jelas Bupati Bulungan Syarwani, Jumat (17/9). 

Menurut Syarwani, dalam rencana kesepakatan awal dengan Sultan Brunei, produk yang dijual berupa produk Indonesia 80 persen dan produk lokal pelaku UMKM 20 persen. Namun tidak menutup kemungkinan produk UMKM bisa ditingkatkan hingga 70 persen, jika diminati masyarakat Brunei. 

“Kita punya potensi dan perlu didukung para pelaku UMKM,” imbuh Syarwani. Bhakan, untuk melancarkan pengiriman produk tersebut, pihak Brunei sudah menyiapkan pesawat kargo sampai ke Tanjung Selor. 

Pihak koperasi menargetkan bulan ini sudah terjalin kesepakatan dengan Brunei. “Ini merupakan peluang bagi kita. Apalagi adanya rencana pesawat kargo dari Tanjung Selor ke Brunei. Disperindagkop paling tidak bisa lakukan pendataan terhadap pelaku UMKM,” pungkasnya. (*/nnf/uno)