TARAKAN –Seorang warga Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah, berinisial TA (39) dengan membabi buta menikam lima orang. Hanya karena diajak menenggak minuman keras (Miras) oleh salah seorang penumpang. 

Penikaman tersebut terjadi di KM Safira 2, yang berangkat dari Toli-Toli Selasa lalu (14/9) ke Tarakan dengan membawa 25 penumpang. Lima penumpang diantaranya sudah turun di Biduk-Biduk, Berau. Sisanya satu orang nakhoda dan lima anak buah kapal (ABK).

Kejadian bermula saat memasuki wilayah Tarakan, tepatnya di perairan Tanjung Pasir, pada Kamis malam (16/9), antara pukul 20.00-21.00 Wita. Kelima penumpang ternyata sedang menenggak miras di bagian belakang kapal. Menurut Kapolsek Kawasan Pelabuhan Tarakan Ipda Alfian Yusuf, tersangka ini ditawari miras oleh salah seorang penumpang. Tapi, tawaran minum ditolak tersangka, hingga yang menawari merasa tersinggung.

“Karena tersangka menolak, terjadilah cekcok. Bahkan, teman-teman dari penumpang itu yang ngajak minum ikut tersinggung. Tersangka merasa jengkel dan mengambil sebilah senjata tajam berupa badik di dalam tasnya,” terang Alfian, Jumat (17/9). 

Saat kejadian, kondisi di kapal kondisinya gelap. Karena bahan bakar habis, sehingga tidak ada lampu yang menyala. Posisi para korban dan tersangka berada diburitan belakang kapal. Saat tersangka ngamuk, para penumpang berlarian ke bagian depan kapal. 

“Tersangka ini secara membabi-buta. Siapa yang ada di depannya, ditusuk. Menurut tersangka, hal itu sebagai perlawanan,” ungkapnya. 

Korban penikaman, satu diantaranya Darmawati yang dalam kondisi hamil. Ibu tersebut terkena tikaman bagian pinggang. Korban lainnya, Sahril (30) alami luka tusuk di bagian perut. Lalu Ardila (27) luka tusuk di bagian pinggang, Safaruddin (44) di paha dan Muhammad Rizki (21) di perut. 

Setibanya di Tarakan, para korban langsung di evakuasi dan dibawa ke RSUD Tarakan untuk mendapatkan perawatan medis. Korban Safaruddin langsung diizinkan keluar rumah sakit, sementara empat korban lainnya masih mendapatkan penanganan lebih lanjut. 

“Salah seorang ABK ada yang menghubungi Satpolair Polres Tarakan. Jadi, waktu sampai di dermaga Beringin 4, kami bersama Polair mendatangi kapal dan langsung mengamankan tersangka,” tuturnya. 

Saat terjadinya penikaman ini, salah seorang penumpang Hamsyah (34) yang ketakutan dan melompat ke laut. Hingga Jumat malam (17/9), pencarian masih dilakukan dan belum diketahui keberadaannya. Dalam proses pencarian, selain melibatkan Polres Tarakan, nelayan dan Basarnas, pihaknya meminta penumpang lain yang memiliki keahlian menyelam. 

“Kebetulan penumpang yang lompat ke laut itu, sering mencari teripang di bawah laut. Jadi pandai berenang dan menyelam,” imbuhnya. 

Pemeriksaan yang dilakukan, masih sebatas saksi di lokasi kejadian. Korban luka yang masih dalam perawatan medis belum dimintai keterangan. “Kalau dari saksi yang sudah dimintai keterangan, tidak ada yang tahu. Pengakuan saksi saat kejadian, posisi di kapal gelap. Jadi, nakhoda di bagian depan, tidak tahu juga,” ujarnya. 

Semua penumpang merupakan warga Toli-toli, datang ke Tarakan ingin merantau. Ada beberapa penumpang yang punya keluarga di Tarakan. Untuk tersangka ini, sebelumnya bekerja sebagai petani di Toli-toli. (sas/uno)