TARAKAN –Seorang penjaga tambak di sekitar Pulau Tias, Kabupaten Bulungan ditemukan meninggal dunia, sekitar pukul 18.30 Wita, Kamis lalu (19/8). 

Diduga korban, Irwansyah (62) meninggal dunia karena diterkam binatang buas. Bahkan, sebagian kaki kanan hilang. Awalnya, rekan kerja korban melihat Irwansyah mengantar bibit ke Pulau Tias, pada Selasa lalu (17/8). Setelah mengantar bibit, memutuskan untuk pulang ke Tarakan. 

Ketika rekan korban pulang, tetangga korban di sekitar tambak tidak mendengar dan melihat aktivitas korban. Namun sekitar pukul 18.30 Wita, tetangga korban memutuskan untuk mencari korban. “Saat itu korban sudah ditemukan tergeletak dalam posisi tengkurap, senter masih menyala dan ada ember disebelahnya,” ujar Kasat Reskrim Polres Tarakan Iptu Muhammad Aldi melalui KBO Reskrim Ipda Eka Vollyanto, Jumat (20/8). 

Saat ditemukan, kaki kanan korban mulai dari lutut hingga bawah sudah hilang sebagian. Tetangga korban langsung membawa Irwansyah ke RSUD Tarakan untuk dilakukan visum. Setelah itu, tetangga korban melaporkan penemuan korban ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Tarakan.

“Dari hasil visum, kaki korban diterkam binatang dan ada bekas gigitan. Sementara luka lain tidak ada. Diduga korban sudah dua hari meninggal dunia,” ungkapnya.

Korban sempat memiliki riwayat penyakit lambung. Dua pekan lalu, korban disuruh untuk istirahat bekerja. Namun korban menolak dan terus bekerja di dalam tambak. “Korban ini sendiri menjaga tambak. Indikasi kekerasan di tubuh korban pun tak ada. Ini murni diterkam binatang buas. Sementara pemilik tambak sudah memakamkan korban,” bebernya. 

Korban diketahui masih berstatus warga Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Hanya saja pemilik tambak yang mempekerjakan korban dan sudah dianggap sebagai keluarga. Selama di Tarakan, korban menginap di rumah pemilik tambak di Gang Agatis, Jalan Kusuma Bangsa. (sas/uno)