TARAKAN – Perburuan terhadap pelaku pencurian dengan kekerasan di mini market NU Store Jalan Mulawarman RT 54, Kelurahan Karang Anyar, membuahkan hasil. Pria berinisial R, diamankan personel Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tarakan, Rabu malam (28/7). 

Pria berusia 24 tahun itu bersembunyi di lokasi pertambakan di Kabupaten Bulungan. Akibat perbuatan pelaku, seorang Satuan Pengamanan (Satpam) Kantor PT Taspen Cabang Tarakan meninggal dunia. 

“Kami berhasil amankan pelaku, pada Rabu malam (28/7) sekira pukul 21.00 Wita di daerah Tanjung Pirang Kabupaten Bulungan,” terang Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira, Kamis (29/7). 

Polisi membutuhkan waktu tiga hari untuk menangkap pelaku, karena lokasi persembunyian di daerah pertambakkan yang luas dan minim orang. Apalagi, akomodasi ke daerah itu tidak bisa tembus melalui jalur darat. 

Dari penangkapan pelaku ini diketahui kronologinya. Peristiwa bermula, saat pelaku memasuki mini market tersebut sekira pukul 20.10 Wita. Pelaku mengambil uang dengan cara menodongkan sebilah senjata tajam jenis badik kepada kasir. Akibat peristiwa itu, mini market mengalami kerugian material Rp 8.651.500. 

Mendengar keributan di mini market itu, korban yang sedang menjalankan tugas sebagai Satpam Kantor PT Taspen Cabang Tarakan. Yang bersebelahan dengan mini market berusaha mengejar pelaku yang kabur setelah merampok. 

Saat berhadapan dengan pelaku, korban justru mendapat perlawanan hingga terluka. Setelah ditusuk pelaku dengan benda tajam lima kali ditubuhnya, lalu terjatuh. 

“Pelaku menikam security sehingga korban meninggal dunia,” ungkap Kapolres. Malam itu setelah kejadian, pelaku melarikan diri ke daerah pertambakan menggunakan speedboat yang masih ada hubungan keluarga. Namun, polisi masih mendalami kemungkinan adanya orang lain yang turut membantu pelarian R. 

Selama melarikan diri, pelaku sempat berpindah-pindah dari pondok satu ke pondok lain. Namun tidak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari pengakuan pelaku, motif melakukan perampokan karena tuntutan ekonomi. Pelaku diketahui tidak memiliki pekerjaan. 

Kasat Reskrim Iptu Muhammad Aldi menambahkan, saat akan melarikan diri ke luar Tarakan. Pelaku ini bersama seorang rekannya meminjam speedboat milik A. Berangkat dari Sungai Bandara langsung ke lokasi persembunyiannya. 

“Setelah empat hari tiga malam penyidikkan yang kita laksanakan, sudah berhasil mengamankan pelaku utamanya,” tutur Aldi. Senjata tajam yang digunakan pelaku telah dibuang ke laut, saat dalam pelariannya. Namun saat mengamankan pelaku di TKP, polisi mendapatkan sarung senjata tajam jenis badik yang kini menjadi barang bukti. Barang bukti lainnya yang turut disita berupa sepeda motor merk Yamaha Jupeiter MX, yang digunakan pelaku saat datang ke mini market tersebut, uang tunai Rp 5.470.000 dan 1 unit speedboat bermesin 40 PK. 

Sepeda motor yang menjadi barang bukti, menurut Aldi, merupakan milik kerabat pelaku yang dipinjam. Polisi masih mendalami kemungkinan ada tindak kejahatan lain yang dilakukan R, sebelum melakukan aksinya di mini market tersebut. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 365 ayat 3 atau pasal 351 ayat 3 KUHP, ancaman kurungan maksimal 20 tahun penjara. (mrs/uno)