TIDENG PALE – Bupati KTT Ibrahim Ali kembali lakukan pertemuan dengan jajaran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Akiyambar. Ibrahim menegaskan, perlunya peningkatan kualitas air minum. Sehingga masyarakat dapat merasakan pelayanan dan kualitas air bersih yang disajikan. 

“Persoalan ini perlu ditindaklanjuti. Termasuk dengan pelayanan yang diberikan PDAM harus ditingkatkan,” ujar Ibrahim yang ditemui usai pertemuan, Kamis sore (1/7). 

Pada pertemuan sebelumnya, bupati mengevaluasi kinerja PDAM Akiyambar. Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Akiyambar Andi Prasetyo menanggapi positif dari pertemuan tersebut. Agenda pertemuan itu salah satunya soal kendala di PDAM dan solusi, untuk meningkatkan pelayanan dan kualitas air yang didistribusikan kepada warga. 

“Kami juga akan menambah pelanggan pada beberapa instansi pemerintahan KTT. Selain kantor pemerintahan, kita akan menyasar sekolah yang belum terpasang meteran PDAM,” terang Andi. 

Apalagi ada lima sistem pengelolaan air minum (SPAM) di Tana Tidung yang telah mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut menyasar beberapa desa dan kecamatan. Seperti di Desa Limbu Sedulun, Tideng Pale, Sebawang, Bebakung dan Tana Lia. 

“Dari kerusakan itu, kami petakan sehingga diketahui akar persoalan dan solusi yang ditawarkan,” kata Andi. Jika dikalkulasikan secara persentase, kata Andi, tingkat kebocoran penyaluran air minum hampir mencapai 3 persen. 

Kebocoran tersebut bisa diatasi, tetapi memerlukan waktu menyelesaikannya. Bahkan, PDAM berencana memasang water meter. Tujuannya, agar dapat mengukur jumlah aliran air yang tinggi.

“Ini sangat cocok untuk mengetahui pengeluaran air dari pipa utama kepada pipa distribusi. Akan diketahui jumlah air mengalir dengan kapasitas jumlah penduduk,” ungkapnya. 

Dengan cara tersebut, akan diketahui tingkat konsumsi air pelanggan dalam satu hari maupun sebulan. Untuk perbaikan kerusakaan masih dilakukan pendataan dan diusahakan dalam waktu dekat bisa segera teratasi. (*/mts/uno)