TANJUNG SELOR – Warga Jalan Ramania, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, kemarin (24/6), sekitar 13.23 Wita, digegerkan dengan ditemukan sosok pria bernama Hasbi yang sudah tidak bernyawa. Dengan kondisi tubuh membengkak. 

Diduga pria berusia 60 tahun itu tidak memiliki keluarga dan anti sosial. Bahkan, warga setempat dan Ketua RT tidak mengetahui pria tersebut. Penemuan ini bermula saat salah seorang saksi, Syaiful Anwar yang merupakan karyawan Telkom mendatangi rumah indekos yang berada di sebelah kamar korban. 

Syaiful kala itu memeriksa jaringan telepon, tercium aroma tidak sedap dari rumah indekos tersebut. Karena merasa tidak nyaman dengan bau yang menyengat itu. Syaiful memutuskan untuk mendatangi sumber bau itu. “Pertama kami duduk di samping rumah. Kami di notaris sebelah, kemudian mencium bau busuk. Baunya itu menyengat mas,” ucapnya, (24/6).

Setelah mengetahui sumber bau menyengat itu, Syaiful langsung memberitahukan pemilik indekos. Kemudian bersama pemilik indekos untuk melihat ke dalam, melalui jendela. Terlihat Hasbi yang terbaring di ruang tamu dalam kondisi tidak berpakaian.

“Saya intip ada orang baring. Saya tidak terlalu lihat jelas awalnya. Kemudian dipanggilkan bapak TNI dan ternyata pria itu tidak bergerak,” terangnya.

Pemilik indekos yang ditempati korban, Sumika mengaku tidak mengetahui jika Hasbi telah meninggal. Korban mulai masuk indekos itu pada 23 Maret 2021 lalu. Selama tinggal, aktivitasnya hanya bekerja dan di dalam rumah saja. 

Korban diketahui sangat tertutup dengan warga setempat dan temperamen. “Biasanya itu pergi Subuh dan pulang Magrib. Dia juga tidak pernah menyalakan lampunya,” kata Sumika. Korban diduga miliki sifat temperamen itu, sering melontarkan kata-kata kasar ketika tetangganya berisik. 

“Dia (korban) ini tidak suka diganggu, tapi mengganggu orang. Bayangkan menghidupkan mesin motor di waktu Subuh. Tetangga jadi terganggu. Sepeda motornya semenjak dibeli sampai sekarang di ruang tamu terus. Tidak pernah dikeluarkan,” urainya.

Tidak hanya itu, Ketua RT 21 Julia pun tidak mengetahui keberadaan Hasbi. Selama menempati indekos, tidak pernah melapor. “Tak pernah ketemu, sudah 3 bulan. Kurang tahu juga, ada atau tidak keluarganya,” ujar Julia. 

Terpisah dikonfirmasi Kapolres Bulungan AKBP Teguh Triwantoro melalui Kasat Reskrim Polres Bulungan Iptu MHD Khomaini mengatakan, masih melakukan visum terhadap tubuh korban. Selama melakukan identifikasi di lokasi kejadian, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. 

“Di visum luar dulu ke rumah sakit, kemudian melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Selanjutnya mencari pihak keluarga. Informasi dari anggota saat olah TKP, untuk tanda-tanda kekerasan tidak ditemukan,” singkatnya. (fai/uno)