TANJUNG SELOR – Korban tenggelam di Sekang, Desa Antutan, Kecamatan Tanjung Palas, Seldi Apriadi (17), akhirnya ditemukan warga sudah tidak bernyawa, Kamis (27/5) sekitar pukul 02.00 Wita dini hari. 

Korban sebelumnya dilakukan pencarian selama tiga hari oleh tim SAR. Penemuan korban tersebut setelah warga Antutan melakukan pencarian pada Rabu (26/5) malam. Korban ditemukan pun cukup jauh dari lokasi awal saat jatuh di sungai pada Senin (24/5) lalu. 

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara Ali Fatokah mengaku, posko BPBD Bulungan mendapat informasi dari warga bernama Weslei. Bahwa korban telah ditemukan oleh keluarganya yang melakukan pencarian malam hari.

“Korban ditemukan sudah tidak bernyawa dekat jembatan penyeberangan Tanjung Selor-Buluh Perindu pada pukul 02.00 Wita. Dari lokasi tenggelam dengan penemuan korban, jaraknya lebih dari satu mil. Korban ditemukan dalam posisi tengkurap,” terang Fatokah, Kamis (27/5).

Saat korban ditemukan, kondisi air mulai surut. Di ujung Buluh Perindu masuk ke Sungai Selor air pun tidak deras. Adanya informasi tersebut, langsung ditindaklanjuti. Tim gabungan dari BPBD Bulungan, Basarnas Tarakan dan warga langsung mengevaluasi korban ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi.

“Kita langsung membawa ke rumah sakit. Keluarga korban ikut mendampingi,” imbuh Fatokah. Pada proses pencarian yang dilakukan, di hari pertama hingga ketiga, tim SAR menemui sejumlah kendala. Selain air yang pasang dan deras, juga kondisi ketinggian air yang menyulitkan pencarian. 

BPBD Bulungan tidak mengetahui, jika keluarga korban melakukan pencarian pada malam hari. “Kami tidak tahu kalau ada masyarakat yang mencari. Sejak hari pertama pencarian, hingga hari ketiga kami berkoordinasi dengan Basarnas Kaltara, TNI/Polri serta warga setempat,” jelasnya.

Jenazah korban sempat disemayamkan di rumah duka, sebelum dilakukan proses pemakaman oleh keluarga pada siang hari kemarin. (fai/uno)