TARAKAN – Hari keempat upaya pencarian, Sudirman (58), korban yang diduga tenggelam, belum membuahkan hasil. Padahal tim gabungan sudah memperluas pencarian sejauh 4 Nautical Mile (NM) dari Lokasi Kejadian Perkara (LKP) di perairan Pulau Bunyu, Kabupaten Bulungan, Sabtu (22/5).

"Jadi tim sudah menyusuri Pulau Bunyu dan Merangau. Bersama unsur dari Ditpolairud Polda Kaltara, Polres Tarakan, Lantamal XIII Tarakan, serta masyarakat," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan, Amiruddin melalui Kasi Ops, Dede Hariana.

Dalam proses pencarian, tim tidak menemukan kendala di perairan tersebut. Mesti dalam keadaan cuaca panas. Selama proses pencarian korban tenggelam, biasa ditemukan di hari kedua hingga ketiga. Namun pihaknya tetap optimistis bisa menemukan korban.

"Jika tidak ditemukan hingga hari ketujuh, operasi dihentikan pencarian. Karena sesuai SOP. Dibuka kembali jika ada tanda-tanda ditemukan," katanya.

Menurutnya, korban diduga terjatuh dari perahu di perairan tersebut. Setiap harinya, tim terus memperluas pencarian sejauh 1 hingga 2NM hingga di hari ketujuh.

"Jadi hampir 2 Km setiap harinya. Jadi besok (hari ini, Red) kita perluas lagi pencarian. Kita tetap optimistis," ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Dede, keberhasilan Basarnas bukan dari ditemukannya korban. Melainkan sinergi antara instansi lain dalam melakukan operasi pencarian. "Kalau ditemukan lebih baik lagi," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Sudirman dinyatakan hilang di atas perahunya pada 17 Mei lalu di perairan Pulau Bunyu saat menuju Pulau Sebatik. Namun dari keluarga korban, baru melaporkan ke kepolisian pada 19 Mei.

Saat ditemukan, perahu korban masih dalam keadaan baik. Hanya saja, hasil tangkapan berupa udang sudah mulai membusuk. Hingga kini keluarga korban masih menunggu sosok kepala keluarga yang bermukim di Kelurahan Lingkas Ujung, Tarakan Timur tersebut. (sas/udi)