TARAKAN – Warga Jalan Diponegoro RT 32 Gang 45, Kelurahan Sebengkok, Tarakan Tengah, geger dengan ditemukan seorang pria meninggal dunia gantung diri di dapur rumahnya, sekira pukul 18.30 Wita, Selasa (23/2).

Sosok pria yang mengakhiri hidupnya tersebut bernama Adam Novaldi Korua. Ibu kandungnya yang pertama kali melihat pria berusia 23 tahun ini tergantung. Kakak angkat korban, Rina Yulianti mengaku, sempat ke rumah adiknya yang tidak jauh dari rumahnya, pada pukul 17.00 Wita. Setelah ia pulang ke rumah, lalu mendengar suara teriakan ibunya.

“Ibu teriak, adikmu mba, sambil ke rumah. Saya sama anak ikut nangis. Mama juga sambil kasih lihat, adikmu mba gantung diri,” katanya.

Sebelum ditemukan oleh ibunya, pria yang belum memiliki pekerjaan ini sempat bergerak saat dilihat oleh warga. Karena panik, tetangga beserta ibu kandung langsung berteriak dan berlari keluar rumah.

“Tadi (kemarin, Red) siang saya lihat dia habis jalan sama temannya. Memang di rumah itu kosong. Terakhir ketemu adik saya itu pagi. Saya setiap hari ke rumah ini,” tuturnya.

Menurut Rina, keseharian adiknya sangat pendiam. Bahkan, tidak pernah bercerita jika memiliki masalah. Namun ibu kandung sempat memiliki firasat, bahwa anaknya ini sedang sakit.

“Tapi saya belum sempat sih tanya sakit apa. Temannya cuma bilang, adik saya ini sakit kepala dan banyak pikiran. Saya juga bingung pikiran apa. Padahal anaknya ceria kok,” tutur Rina.

Keseharian Aldi—sapaan akrab Adam Novaldi Korua, tidak pernah membebani keluarga. Bahkan teman korban juga tidak menyangka, Aldi nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. “Siang itu pergi makan sama temannya. Memang adik saya ini tidak bekerja, di rumah aja,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua RT 32, Sumardi menyatakan, saat ini belum menerima keterangan dari ibu kandung korban. Karena masih dalam kondisi shock. Penyebab meninggalnya Aldi pun belum diketahui.

“Korban ini di rumah saja dan pendiam orangnya. Korban ini anak pertama dari empat bersaudara,” ujarnya.

Saat itu, posisi korban sudah tergantung diketinggian dua meter dari lantai rumah. Bermodalkan kabel listrik, Aldi nekat melilitkan tali di balok plafon rumah. “Diduga dia pakai kursi dan posisinya agak miring. Saya periksa denyut jantung sudah tidak ada,” katanya.

Saat ini, bapak korban sedang berada di luar kota. “Lima hari lalu dia (korban) sempat kerja di las knalpot sama saya,” imbuhnya.

Pantauan media ini, Unit Inafis Satreskrim Polres Tarakan yang berada di tempat kejadian perkara (TKP) membawa kursi. Untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Korban saat ini langsung disemayamkan di rumah duka.

Terpisah, Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira melalui Kasat Reskrim Iptu Muhammad Aldi menyatakan, masih melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut. Pihaknya juga akan mendalami motif korban melakukan bunuh diri. “Tetap dari kita mengupayakan untuk visum,” singkatnya. (sas/uno)